_

Rupiah Melemah Rp 15 Ribu, PDAM Jambi Naikan Tarif Pelanggan

HNCK8306-730x487

JAMBI - Rupiah melemah hingga tembus Rp 15 ribu per dolar AS, salah satunya  berdampak kepada Perusahaan Air Minum (PDAM) Tirta Mayang untuk menaikkan tarif harga ke pelanggan.

Hal tersebut dikatakan Tokoh Masyarakat Jambi, Usman Ermulan. Dengan naiknya tarif harga air minum saat ini, perusahaan air minum diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

"Kenyataan masih ada pelanggan yang kurang puas terhadap pelayanan," kata mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode itu, Sabtu 8 September 2018.

Mantan Staf Khusus Menteri/Kepala Bappenas tersebut mengakui, kenaikan tarif ini salah satu dampak dari lemahnya rupiah sehingga menambah biaya kebutuhan produksi di perusahaan air tersebut. Kenaikan ini adalah yang wajar karena PDAM membutuhkan bahan bakar minyak non subsidi sebagai bahan produksi.

"Meskipun dikarenakan kenaikan dollar, kenaikan tarif ini harus diimbangi dengan pelayanan kepada pelanggan," kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi ini.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mayang (PDAM TM) memberlakukan tarif baru bagi pelanggan. Per 1 September tarif rumah tangga 1 (R1) menjadi Rp 4.000/meter kubik. Disampaikan Erwin Jaya Zuchri, Direktur Utama PDAM TM, bahwa aturan menyebutkan tarif air minum harus memenuhi biaya pokok, biaya produksi dan investasi. Erwin menyebutkan, selama ini tarif air munum hanya mencukupi biaya operasional, sehingga banyak komponen penting untuk penyaluran air minum tidak dilakukan revitalisasi oleh PDAM.

"Itulah salah satu pemicu tingginya angka kehilangan air selama ini. Jaringan pipa yang seharus diganti, namun kita kurang biaya karena tarif tidak berpihak. Kebocoran hanya diganti dengan penanganan sesaat saja,” jelasnya.

Disisi lain sebut Erwin, PDAM juga harus memberikan pelayanan yang baik, SDM yang terampil, tentu itu juga membutuhkan investasi yang yang cukup besar. “Selama ini PDAM tidak mampu memenuhi komponen itu, hanya mampu menjalankan operasional dan bayar gaji karyawan saja,” katanya.

Penulis Ramadhani/net

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views