_

Sabtu Ini, Tiga Pejabat Pemkot Jambi Diputuskan Panwaslu

HNCK8306-730x487
Assisten I Mukhlis, Kasat Pol PP Yan Ismar, Kabag Humas Abu Bakar

JAMBI - Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi segera memutuskan hasil pemeriksaan tiga pejabat Pemerintah Kota Jambi, Sabtu (30/06), atas dugaan tidak netral sebagai Aparatur Sipil Negara dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di Kota Jambi tahun 2018.

Dalam laporan tersebut, Panwaslu telah memeriksa beberapa orang saksi, termasuk tiga pejabat tersebut Assisten I Mukhlis, Kasat Pol PP Yan Ismar dan Kabag Humas Abu Bakar. 

"Keputusannya masih dalam proses sejak diterimanya laporan sampai hari Sabtu, apakah terbukti melanggar aturan atau tidak," kata Facrul Rozi, Komisioner Pengawas Pemilu Kota Jambi.

Fachrul Rozi mengatakan, pihaknya belum dapat menerapkan pasal yang dilanggar oleh para pejabat tersebut, apabila dalam hasil pemeriksaan ditemukan bukti melanggar sebagai Aparatur Sipil Negara.

"Yang jelas UU dari ketidaknetralan sebagai ASN," kata Fachrul Rozi.

Seperti diketahui sebelumnya, pemanggilan terhadap tiga pejabat itu setelah sempat mangkir dari pemanggilan pertama oleh petugas. Lalu, petugas melayangkan surat pemanggilan kedua.

"Bukan mangkir tapi minta di tunda karena ada tugas kerja," ujar Ari Juniarman, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Jambi.

Pantauan dilapangan saat pemeriksaan berlangsung di kantor Sekretariat Panwaslu Kamis (28/06), dilakukan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WiB. Ketiganya datang dengan menggunakan satu mobil dinas milik pemerintah dan langsung diperiksa di ruangan berbeda.

Namun setelah pemeriksaan selama tiga jam itu, Assisten I dan Kasat Pol PP berlalu meninggalkan kantor panwaslu langsung berjalan menuju jalan aspal dan masuk ke dalam mobil dinas plat merah. Sementara Kabag Humas Abu Bakar menghindar dari para awak media tengah menunggu di depan kantor tersebut, lalu Abu Bakar keluar melalui pintu belakang dan langsung masuk ke dalam mobil yang berbeda.

Kasat Pol PP Kota Jambi, Yan Ismar dikonfirmasi mengatakan, ada 20 pertanyaan yang dicecar petugas Panwaslu kepada dirinya.

"Sayo pun dak tau jugo di masukan ke dalam grup WA itu," kata Yan Ismar.

Tiga pejabat itu dilaporkan oleh Ahmad Kaspun Nasir dengan nomor laporan diterima oleh Panwaslu 08/LP/PW/Kota 05.01/VI/2018 atas dugaan tidak netral sebagai ASN dalam memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon Walikota Jambi dan Wakil Walikota Jambi nomor urut dua, Syarif Fasha-Maulana.

"Terlapor atas nama Assisten I Mukhlis, Kasat Pol PP Yan Ismar, dan Kabag Humas Kota Jambi Abu Bakar," ujar Ahmad Kaspun.

Ada beberapa lembaran sebagai barang bukti yakni satu lembar screenshot dari grup WhatsApp 'Fasha Mania' tergabung di dalamnya Kabag Humas Kota Jambi, Abu Bakar. Lalu, dua lembar screenshot Asisten I, Mukhlis, dan Kasat Pol PP Kota Jambi, Yan Ismar, keduanya tergabung di dalam grup WhatsApp 'We Love Fasha' serta memberikan emoticon like dan perkataan setuju yang dikirim oleh salah satu anggota di dalam grup tersebut berinisial J. Dipercakapan tersebut tertulis perintah yang mengkoordinir untuk memilih pasangan nomor urut dua.

"Tiga pejabat tersebut diduga melanggar aturan UU sebagai ASN dalam pelaksanaan Pilkada Kota Jambi tahun 2018,. Kita berharap Panwaslu bekerja dengan profesional, tidak berpihak dan bekerja serius," kata Ahmad Kaspun.

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views