_

Sang "Guru" Gusti, Menolak Ajarannya Dikatakan Sesatx

HNCK8306-730x487
Gusti dan pengikutnya bertemu dengan Kades dan intelkam Polres Muaro Jambi. Foto/istimewa

JAMBI – Janji Kades Sekernan ( Hendri Adam, red), saat rapat koordinasi lintas sektoral (18/9) diruang rapat wakil Bupati yang meminta waktu 10 hari untuk berkoordinasi dengan warga baik terhadap Jamaah yang diduga aliran sesat maupun warga yang lainnya. Selang sehari Kades sudah mengumpulkan warganya yang dibantu  Jajaran Sat Intelkam Polres Muarojambi bersama Pemerintahan Desa Sekernan, Polsek Sekernan. Sengeti, 19/9/2018.
Acara  musyawarah bersama kelompok  aliran yang diduga sesat di Desa Sekernan agar sementara waktu dapat menghentikan aktifitas pengajian hingga  menunggu hasil putusan dari Majelis Ulama Indonesia.
Kasat Intelkam Polres Muarojambi, AKP Dastu juga meminta pada Masyrakat Desa Sekernan tidak berkomentar lagi di media sosial yang isinya menghina apa lagi sampai memprovokasi masyarakat lainnya untuk berbuat hal hal anarkis terhadap kelompok pengajian yang alirannya saat ini tengah dikaji oleh MUI.
“Karena, dengan berbicara di medsos tanpa ada dasar apa lagi sampai menghina orang ataupun sekelompok orang itu dapat terkena tindakan pidana atau terjerat Undang Undang ITE. Jadi saya meminta  kepada tokoh-tokoh masyarakat desa Sekernan agar dapat menjelaskan kepada warga mengenai hal ini.” pinta Kasat Intelkam Polres Muarojambi 
Gusti ketua atau Guru kelompok pengajian yang diduga sesat,  juga hadir dan  menyampaikan tanggapannya mengenai baik pemberitaan dan komentar-komentar masyarakat di medsos yang terkesan telah menghakimi kelompok pengajian yang ia pimpin, dengan tudingan sesat.
“Dimana sesatnya mengenai keberadaan kami, sholat kami sama bacaannya, dan syahadat pun kami sama. dibilang tempat ibadah kami didirikan disemak semak, padahal pada kenyataannya banyak pemukiman warga disekitarnya. Bila ada perbedaan perbedaan bacaan, saya rasa itu adalah masalah kecil yang dibesar besarkan, tapi tidak dengan harus penghakiman tanpa didasari dengan putusan MUI.” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut dibuat kesepakatan  antara pihak kelompok pengkajian Gusti bersama pihak kepolisian dan pemerintahan Desa Sekernan untuk penghentian sementara kegiatan mereka menjelang keluarnya putusan dari MUI mengenai sesat tidaknya aliran ini.
Diketahui, dugaan aliran sesat yang ada di desa Sekernan, mencuat ke publik beberapa bulan terakhir sejak berdirinya Mushola dan Kegiatan-kegiatannya mulai nampak.
Sampai dengan berita ini di rilis pihak MUI belum memutuskan fatwa apapun, dan terkesan lamban.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views