_

Sang Penadah (JU) Tak Mau Ditahan, Ridwan; Kejari Tetap Jebloskan Ke Tahanan

HNCK8306-730x487
Tersangka JU dengan menutup mukanya dengan kertas HVS keluar dari ruang pemeriksaan untuk dilakukan penahanan

JAMBI - Pelimpahan penadah motor dalam kasus pembunuhan terhadap Indri (14), (siswi SMPN red) oleh Sofyan Hadi yang telah divonis dengan hukuman penjara seumur hidup, namun terdakwa masih melakukan upaya banding. Sengeti, 18/9/2018.
JU yang dalam perkara tersebut di sangkakan karena sebagai penadah motor milik Indri yang dijual oleh Sofyan Hadi.
Diketahui, Sofyan Hadi disamping melakukan pembunuhan terhadap Indri juga merampas sepeda motornya dan menjualnya kepada JU.
JU, oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polres Muaro Jambi disangkakan telah melanggar pasal 480 ayat 1 KUH Pidana (Penadah), dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.
Perkara JU oleh Penyidik Polres Muaro Jambi telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Muaro Jambi, pelimpahan (18/9) adalah pelimpahan tahap kedua yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka.
Tersangka JU yang sebelumnya menjadi tahanan luar oleh pihak kepolisian namun kali ini oleh Kejari dijebloskan kedalam tahanan.
Disampaikan oleh Bambang Harmoko, Kasi Pidum Kejari Muaro Jambi, membenarkan telah ada pelimpahan tahap kedua terhadap berkas perkara JU.
Lebih lanjut Bambang Harmoko menjelaskan, tersangka akan ditahan dan dititipkan di Polsek Jaluko (karena waktu sudah malam), paginya baru ditahan.
Ditambahkan oleh Ridwan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa pelimpahan tahap kedua atas nama JU dari Polres Muaro Jambi berikut barang bukti sepeda motor.
“Dalam 21 hari ke depan JU akan kita tahan dan secepatnya berkas kita serahkan ke PN Muaro Jambi”, jelasnya.
JU dikenakan pasal tunggal 480 ayat 1 tentang penadahan dengan ancaman maksimal 4 tahun. 
Saat disinggung JU yang tidak bersedia tandatangan Berita Acara Penahanan, Ridwan membenarkan, maka kita buat berita acara menolak penahanan tersebut, namun tetap kita tahan.
“Hal seperti itu biasa kita hadapi”, pungkas Ridwan

?????

https://youtu.be/gJxDkvPbRdc

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views