_

Sayuran Sehat Jadi Pilihan Keluarga, Alani Imran Kembangkan Hidroponik

Dia sendiri, meskipun karyanya diakui bagian dari Gerakan PKK setempat

HNCK8306-730x487
Alani Imran sedang memeriksa tanaman dikebumikan hidroponik miliknya. Foto/Ihsan Abdulah Nusantara

JAMBI – Kebutuhan sayur sehat untuk keluarga sangat dibutuhkan. Memilih sayur sehat, alami dan organik tentunya sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup keluarga.
Salah satu warga mengusahakan kebutuhan sayur sehat dengan pengembangan dan penanaman model Hidroponik. Warga itu berada di desa Mendalo Laut kec. Jaluko kab Muaro Jambi.
Alani Imran, itulah warga yang dalam 8 (delapan) bulan ini menekuni Hidroponik sebagai tambahan penghasilan disamping menggeluti budidaya ikan keramba di sungai Batanghari dan usaha mengisikan nitrogen di tiga tempat.
Alani Imran mengatakan kepada Kantor Berita Waktoe, menggeluti model hidroponik karena  pertama kebutuhan sayur yang sehat yang mudah didapat.
“Kalau kita dengan model petani kebun harus memiliki lahan dan waktu lama, hidroponik ponik lebih cepat”, ujarnya
Kata Alani, Sayur yang kita tanam kategori sayur yang harga mahal, seperti sawi, harganya mencapai 50.000 rupiah perkilogram. Dan tanaman itu bisa kita produksi.
Lanjut Alani, sekarang memang banyak  sayur tapi tidak fresh dan kandungan kimianya tinggi.
Saya dapat ilmu dari teman Jakarta  dan saya  kemudian mencoba membuat, jelasnya.
“Persoalan yang saya hadapi masalah air, air sumur bagus atau air hujan, pH air dikisaran 6 hingga 7, kalau pakai air PAM tidak baik karena kandungan kaporit dan pH sudah diatasi 7”, imbuhnya
Dikatakan Alani, Dia menginvestasikan sarana dan prasarana awal sekitar 18 juta, dengan investasi tersebut setiap panen memiliki keuntungan bersih sekitar 800.000,- rupiah.  
Dan, Alani baru memproduksi Sawi pakchoy  yang memiliki usia 30 hari. Sebelum panen usia 20 hari kita sudah semai lagi, Jadi jika proses panen dihitung per 10 hari sudah bisa panen. Ditambahkan Alani Imran, untuk pangsa pasar supermarket dikota Jambi.
“Salah satu supermaket saja kebutuhan perhari sekitar 30 kilogram, jadi peluangnya masih besar”, cetus Alani.
Kita sudah nawari ke PKK tetapi tidak mau, alasannya macam-macam, padahal jaminan lakunya ada dan saya siap untuk mendampingi dan menjualkan, keluhnya.
“Tetapi PKK memakai usahanya seakan menjadi contoh usaha gerakan PKK”, pungkasnya.
Hasil pantauan kantor berita waktu lahan usaha sayur hidroponik Alani Imran hanya berkisar 18 meter persegi. Dan, beberapa Pralon tergantung didepan rumah disamping sebagai eksterior rumah yang menambah keindahan dan kesejukan rumah, juga menghasilkan.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views