_

Sebut Relawan Jokowi Jambi Penjahat HAM, Pemilik Akun Hendri Airmas Dipolisikan

HNCK8306-730x487

Perymon Juli

JAMBI - Relawan Joko Widodo Dua Periode (J2P) melaporkan pemilik akun facebook Hendri Airmas ke Markas Kepolisian Daerah Jambi, Senin 10 September 2018. Pemilik akun tersebut karena telah melecehkan relawan Jokowi Jambi dengan menyebutkan 'Layak Kita Sebutkan Penjahat Hak Asasi Manusia (Ham)'.

Pelapor J2P, Pery Monjuli menyebutkan, belum lama ini rombongan relawan Jokowi tersebut datang ke Mapolda Jambi untuk beraudiensi dengan Kapolda Jambi yang saat itu diwakili oleh Irwasda dan Direktur Intelkam Polda Jambi tentang penolakan kegiatan #2019 ganti presiden di provinsi Jambi dengan alasan demi terciptanya Kamtibmas. 

Setelah melakukan audiensi rombongan relawan langsung menggelar konferensi pers di Mapolda Jambi, berisi tentang penolakan deklarasi 2019 ganti presiden ke rekan wartawan.

Selanjutnya, berita tersebut dimuat di salah satu media online di jambi akan tetapi pemilik akun Hendri Airmas sengaja menyebar link berita ke grup facebook Suara Rakyat Merangin.

 "Pemilik akun Hendri Airmas menyebarkan tautan ke grup Suara Rakyat Merangin sembari menyebutkan relawan Jokowi Jambi 'Layak Kita Sebut Penjahat HAM'," kata Perymon Juli

Atas kejadian tersebut, relawan Jokowi langsung melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian. Pemilik akun Hendri Airmas dilaporkan diduga telah melanggar tindak pidana undang-undang RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Polisi telah memeriksan pelapor sebagai saksi selama tiga jam di Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi.

"Ada sekitar 22 pertanyaan yang ditanyakan oleh petugas," kata Perymon Juli. 

Selain membawa satu lembaran yang berisi perkataan yang di screen shot sebagai barang bukti. Menurut Perymon, Polisi juga akan memeriksa beberapa orang saksi dan terlapor Hendri Airmas dalam waktu dekat.

"Kita berharap Kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menjunjung asas demokrasi," tegasnya.

Penulis Ramadhani

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views