_

Tanpa Pengawalan Polri, Uang 200 juta Digasak Maling

Tidak meminta pengawalan polisi, uang untuk kelompok tani dirampas komplotan maling

HNCK8306-730x487
Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono

JAMBI – Jajaran Polresta Muaro Jambi kembali ungkap kasus Pencurian dengan Pemberatan yang dilakukan kelompok Sutrisno, dengan tempat kejadian perkara di kecamatan Mestong, kab. Muaro Jambi.
Disampaikan Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono, dalam Konferensi Pers yang digelar (27/9), dihadapan media Kapolres mengatakan, Sutrisno (28) ditangkap oleh Satreskrim polres Muarojambi pada Jumat (21/9). Sutrisno di tangkap setelah hampir satu tahun lamanya menjadi buronan setelah melakukan pencurian disertai kekerasan terhadap pegawai Bank Mandiri, Pariyati dan Sahria Kasi Pemerintahan Desa Suka Damai.
Hal in disampaikan oleh Kapolres Muarojambi, AKP Mardiono yang didampingi oleh Kasatreskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Marbaro, Kapolsek Mestong, AKP La Ode Prasetyo Fuad dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Polres Muarojambi, Kamis (27/9)
Sutrisno melancarkan aksinya tersebut bersama empat rekan lainnya yang mana tiga diantaranya saat ini Buron. Sedangkan satunya atas nama David telah ditahan di Lapas Riau denga kasus yang berbeda. 
Adapun hasil dari pencurian yang terjadi pada Agustus 2017 lalu, pelaku berhasil mengondol uang sebesar Rp 200 juta dari tangan pelaku yang sejatinya uang tersebut untuk kelompok tani.
"Sampai tertangkapnya pelaku setelah kita lakukan pengembangan kasus dan melakukan  pengejaran sampai dengan di bengkulu,"ujar Kapolres
Lebih lanjut, AKP Mardiono mengatakan bahwa pengembangan ini dilakukan berdasarkan mesin ATM yang digunakan oleh Sutrisno, saat berpura-pura mengambil uang sebelum kejadian tersebut. Adapun ATM yang digunakan tersebut setelah dilacak merupakan ATM milik Nugroho yaitu kakak dari Sutrisno.
"Kita lakukan pengembangan dan kita mengetahui keberadaanya. Kemudian dari hasil pemeriksaan, pelaku masih kawakan, dari awal sebelum melakukan, sudah ada rencana perampokan di bayung lincir, sasarannya memang bank, rencananya di Bayung lincir, karena tidak dapat mengarah ke tempino,"sebutnya
Berdasarkan kejadian ini adapun kerugian yang dialami korban sebesar Rp 200 juta, dengan Barang Bukti yang didapat satu Unit Sepeda Motor, TV, Kompor Gas, Tabung Gas,Kipas Angin. Sedangkan dalam penangkapan tersebut, pelaku melakukan perlawanan sehingga mendapat tembakan dari pihak kepolisian.
"Pelaku di tembak karena dalam pengejaran tersangka melakukan perlawanan dan sempat melarikan diri. Pelaku di tangkap di Jalan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Untuk pasal yang disangkakan yaitu Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,"katanya
Saat ditanyakan SOP pengamanan perbankan, AKBP Mardiono menjelaskan
“Seharusnya pihak perbankan meminta pengawalan keamanan kepada Polri”, jelasnya
Kata Mardiono, Ada banyak tempat vital (Perbankan, red) yang ada di Muaro Jambi dan kami (Polres) sudah membuat sprint pengamanan. Pengambilan uang sebesar itu harusnya pihak perbankan berkoordinasi dengan polri untuk pengamanan.
Ditambahkan kasat Reskrim AKP Afrito Marbaro, menambahkan petunjuk awal pengungkapan kasus perampokan mulai dari identifikasi lokasi kejadian, CCTV dan informasi dilokasi kejadian. Kemudian kita kembangkan dengan alat alat teknologi yang kita miliki yang akhirnya menyayat dan mengetahui tersangka.
Dalam Konferensi pers tersebut, Kapolres AKBP Mardiono didampingi Kasatreskrim AKP Afrito Marbaro dan Kapolsek Mestong AKP Laode dan Kabag Ops Kombes Sopirin.

 

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views