_

Targetkan 18 Milyard Dari Pemutihan PKB

HNCK8306-730x487
Ilustrasi,

TANJABTIM - Pemutihan pajak di propinsi Jambi telah berjalan satu bulan lebih,  mulai 10 Januari hingga 30 Juni 2018. Seperti yang disampaikan kepala Badan Keuangan Daerah (Bankeuda) Propinsi Jambi Agus Pimgadi saat  program pemutihan akan dilaksanakan mengatakan, pelayanan pemutihan kendaraan bermotor itu meliputi pembebasan pokok PKB yang menunggak lebih dari 2 tahun sehingga hanya dipungut tunggakan pajak  satu tahun terakhir dan satu tahun berjalan sesuai jatuh tempo pajak.

“Pelayanan lainnya adalah pembebasan sanksi administrasi PKB dan  pembebasan bea balik nama  (BBN-KB) untuk kendaraan bermotor  yang sudah lewat jatuh tempo. Dan BBN –KB II untuk seluruh wajib pajak  terhadap semua jenis kendaraan bermotor   kecuali alat berat.”kata Agus

Ditahun 2017 dari data diperoleh kendaraan yang mati pajak tercatat 1.389.986  Jadi dengan asumsi tersebut diharapkan minat pajak meningkat dan pemerintah mentargetkan sekitar 90 Milyard PAD di dapatkan.

Sementara itu rata rata  untuk di Tanjung Jabung Timur  dengan program pemutihan PKB tercatat dikisaran 90 wajib pajak perhari  yang melakukan pembayaran.

Seperti yang disampaikan kepala Samsat Tanjabtim Asnawi, saya menjadi pejabat baru disini, dari informasi yang saya dapatkan setiap hari 90 wwajib apajak dan  tahun ini ditargetkan 18 Milyard perolehanpajaknya.

Ada lima (5) jenis pajak yang dilayani Samsat diantaranya, pajak pengusahaan air permukaan, PKB 7 GT atau transportasi air, Kendaraan roda dua (2), kendaraan roda empat (4), dan alat berat.

Lanjut Asnawi, dengan target seperti itu prinsip kita jalankan semaksimal mungkin,  dan kita punya keyakinan tercapai.

Minat pajak masyarakat sebetulnya ada, namun kendala yang dihadapi jarak tempuh ke kabupaten yang jauh dan kondisi jalan rusak, waktu mereka terbuang seharian, dengan begitu bagi petani sawit mereka kehilangan penghasilan karena tidak bisa bekerja , katanya.

Ditambahkan Asnawi, saya baru Jum’atk (9/02) dilantik, kami sudah memiliki kiat-kiat, dimana kita menyiapkan terlebih dahulu Sumber Daya Manusianya  dan sistim administrasi  menuju pelayanan prima, jadi kita benar benar siap melayani. Yang kedua ada gagasan untuk bermitra dengan pemerintah ditingkat kecamatan, hal ini untuk memotong jarak tempuh wajib pajak.

“Kebijakan pemerintah ini menguntungkan masyarakat, saya kira masyarakat harus menyambut bai.” katanya.

Nanti kita agendakan Kamis (15/2), kita akan ekspos gagasan dan kiat kiat yang akan kita lakukan guna tercapainya target tersebut, pungkasnya.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan abdulah Nusantara
views