_

Terdapat Kamar Apartemen Dilapas Sukamiskin

HNCK8306-730x487
Ilustrasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan fasilitas sel tahanan yang cukup megah di Lapas Sukamiskin.

Sungguh mencengangkan, Sel tahanan itu tampak seperti layaknya kamar apartemen yang berisikan sejumlah fasilitas mewah seperti AC, toilet, wastafel, televisi, dispenser, hingga spring bed yang empuk. Berbagai barang-barang pribadi juga memenuhi isi sel.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, Dalam proses penyelidik dan penyidik yang ikut serta dalam operasi di Sukamiskin. Seperti terjadi jual-beli kamar dan jual beli izin.

"Sehingga narapidana bisa keluar lapas dengan mudah," ujarnya, di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Syarif menyebut, tim KPK menemukan sejumlah tempat dan tindakan mengistimewakan napi yang menyetor uang. Tim KPK menemukan warga binaan lapas yang digunakan dan dan menjadi bisnis oknum di lapas yang dilengkapi dengan kemewahan.

"Mulai dari ditemukan sejumlah alat berupa HP untuk narapidana yang lebih lama, fasilitas tambahan dalam sel seperti AC, dispenser, televisi, kulkas. Jadi betul-betul seperti ada bisnis dalam penjara," jelasnya.

Penemuan KPK ini menurut Laode seperti membuktikan rumor yang terjadi selama ini. Bahwa di lapas banyak terjadi penyalahgunaan kewenangan dan kegiatan suap.

"Itu bisa terkonfirmasi dengan adanya OTT yang dilakukan KPK semalam," ujar Syarif. 

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan efek jera terhadap napi nakal seperti itu sulit dilakukan apabila petugas di lapas sendiri tidak bekerja secara profesional. Ini menurutnya harus menjadi perhatian semua pihak.

"Kita sudah tidak dapat hanya menyalahgunakan oknum saja dalam kasus ini, karena ketika KPK masuk ke Lapas Sukamiskin, tim KPK melihat sejumalah sel memiliki fasilitas-fasilitas berlebihan yang berbeda dengan standar sel lainnya," kata Saut.

Terkait OTT ini KPK menetapkan 4 orang tersangka yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, staf Wahid Husen, Hendry Saputra, suami Inneke, Fahmi Darmawansyah napi koruspi dan Andi Rahmat narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi.

Fahmi, suami Inneke diduga menyuap Wahid agar bisa mendapatkan kemudahan untuk keluar-masuk tahanan.

"Diduga pemberian dari FD tersebut terkait fasilitas sel/kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar-masuk tahanan," terang Syarif

(Ramadhani/Berbagai sumber)

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views