_

Ternyata.. Erwan Malik Cs Sulit Dipecat BKD

HNCK8306-730x487
Saifudin, Erwan Malik, Arfan/net

JAMBI - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi kesulitan pecat Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pasalnya BKD belum menerima salinan putusan perkara dari Pengadilan Tipikor Jambi. Meski vonisnya telah berkekuatan hukum tetap tetapi masih aktif dan menerima gaji.

Kepala BKD Husairi menyebutkan, pihaknya masih menunggu salinan putusan pengadilan status perkara pejabat yang terjerat kasus korupsi yang masih berstatus sebagai ASN, Erwan Malik Cs. Namun BKD memastikan paling lambat Erwan Malik Cs sudah dipecat desember 2018 sebagai ASN.

"Itu lagi Kami susurin salinan di pengadilan (perkara Erwan Malik Cs,red). Selain itu, ada 13 orang di provinsi Jambi dipecat sebagai ASN di desember," ujarnya, Rabu 26 September 2018.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut ribuan pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara (PNS atau ASN) yang terbukti korupsi dan putusannya inkrah harus segera diberhentikan dengan tidak hormat atau dipecat. Pemecatan itu setidaknya dilakukan paling lama pada akhir tahun ini.

Awalnya Tjahjo menindaklanjuti pertemuan di KPK dengan menerbitkan surat edaran nomor 180/6867/SJ yang intinya memberhentikan dengan tidak hormat PNS yang terbukti korupsi dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Kemudian hal tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Tjahjo dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.Pemecatan itu menurut Tjahjo harus dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing wilayah. Apabila PPK dalam hal ini adalah kepala daerah setempat tidak melaksanakan isi dari SKB itu, maka akan ada sanksi. Penandatanganan SKB itu merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang dilakukan ketiganya di KPK. Saat itu disebutkan ada 2.357 PNS korup yang vonisnya telah berkekuatan hukum tetap tetapi masih aktif dan menerima gaji.

Untuk diketahui, Mantan Plt Sekda Jambi Erwan Malik divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Erwan dinyatakan terbukti terlibat suap ke anggota DPRD Jambi terkait pembahasan APBD 2018.

Selain Erwan, majelis hakim menghukum anggota DPRD Jambi Arfan, Saipudin, serta Supriyono dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan.

Penulis Ramadhani

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views