_

Tim Satgas Pangan Jambi Ingatkan Masyarakat Berhati-hati Beli Beras

HNCK8306-730x487

JAMBI - Tim Satuan Tugas Pangan di Provinsi Jambi tengah memburu terkait adanya dugaan beras yang tak sesuai dengan label dan isi. Meski saat ini tim belum menemukan beras tersebut akan tetapi itu akan terus dipantau.

Hal tersebut menyusul surat dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberlakukan aturan pencantuman label pada kemasan beras sejak 25 Agustus 2018. Hal itu sebagai upaya memberikan informasi kepada konsumen. Label pada beras akan berisi informasi mengenai asal. Dengan begitu menjamin kualitas dari beras.

Menanggapi ini, Kepala Bulog Divisi Regional Jambi, H. Bakhtiar AS, menyebutkan sejauh ini pihaknya belum menemukan dugaan beras tak sesuai label dan isi yang beredar di wilayah provinsi Jambi. Bulog adalah bagian tim dari Satgas Pangan juga akan terus melakukan atensi dan evaluasi kondisi pangan di wilayah provinsi Jambi.

"Kami akan menindak lanjuti ketika adanya informasi tersebut," katanya, Kamis 6 September 2018.

Untuk memastikan ketersediaan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang ada di pasaran Jambi, Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi sering melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Satgas Pangan dipimpin oleh ketua Tim Satgas Pangan M Dianto selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, itu dilakukan di Pasar-pasar.

Dalam Sidak tim menindaklanjuti keluhan dari Masyarakat dan Pedagang mengenai mahalnya harga. Selain itu, Bulog juga memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat hingga awal tahun 2019 terpenuhi.

"Ketersediaan beras untuk di Jambi masih dalam kondisi cukup dan dapat memenuhi kebutuhan sampai lima bulan kedepan. Stock kita tidak ada masalah untuk menjaga harga ditingkat konsumen Bulog secara nasional sudah melaksanakan kegiatan stabilisasi harga termasuk di jambi dan dilakukan penjualan di pasar - pasar tradisional, pemukiman, serta beberapa mitra yang memiliki jaringan dan outlet," kata Bakhtiar AS.

Bakhtiar menambah, saat ini komoditas seperti yang di jual yakni beras dengan harga Rp. 9.450 perkilogram, gula pasir di harga Rp 12.090 perkilogram, daging di harga Rp 80.000 perkilogram, minyak goreng kemasan Rp 12.500 perkilogram, dan beberapa komoditi masih tetap stabil.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provisi Jambi, Drs Ariansyah ME, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap beras kemasan yang tak sesuai label dan isi karena beras harus sesuai isi dan label yakni beras medium ke medium dan premium ke premium.

Label tersebut akan berisi informasi mengenai merek, jenis beras, keterangan campuran apabila dicampur dengan varietas beras lain, berat bersih, tanggal pengemasan, dan nama serta alamat pengemas beras atau importir beras.

Selain itu, kemasan yang berbahan plastik wajib mencantumkan logo tara pangan dan kode daur ulang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 

"Kalau ditemukan beras yang tidak sesuai label dengan isinya maka kita memberikan penindakan tegas," katanya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati terkait adanya beras tersebut. Pihaknya mengharapkan peran seluruh masyarakat ikut serta mengawasi hal itu, apabila masyarakat menemukan beras itu diharapkan segera melaporkan kepada pihak satgas pangan.

Ia juga menjelaskan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sebagai petugas dalam Satgas Pangan terus meningkatkan pemantauan dan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Langkah itu dianggap penting agar masyarakat tidak terbebani dengan liarnya kenaikan harga bahan pangan.

Pengawasan yang dilakukan ke pedagang pengumpul dan distributor secara rutin dilakukan, juga pemantauan harian di pasar tradisional.

Ia menyatakan pihaknya telah membentuk tim pemantau harga dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional setiap hari. Langkah itu agar pergerakan harga dan stok terpantau setiap hari. Selain itu, tambahnya, pemantauan juga dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di sehingga saling berkoordinasi daerah mana yang mengalami kekurangan stok.

"Pergerakan harga dan stok yang besar di salah satu kabupaten akan berdampak pada daerah lain," jelasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya juga menjalin komunikasi yang baik dengan para distributor dan pedagang sehingga jika terjadi kekosongan maka pasokannya akan difasilitasi pemerintah. Saat ini, tuturnya, harga sejumlah kebutuhan pokok di Jambi masih dalam kondisi stabil dan aman.

"Dengan dibentuknya Satgas Pangan di provinsi Jambi, alhamdulilah kebutuhan untuk masyarakat selalu terpantau dan berjalan aman," kata dia.

Menurutnya pembentukan satgas sangat efektif untuk mengatasi kenaikan harga beberapa komoditas yang merangkak naik. Karena setiap kali menjelang hari-hari besar, praktik serupa sering dilakukan dan benar-benar merugikan konsumen di daerah. 

Pihaknya telah terus memperketat pengawasan distribusi barang di daerah. Pengawasan barang beredar itu sangat penting supaya masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang impor selundupan, dan barang yang tidak aman dikonsumsi.

Distributor diminta mematuhi aturan yang berlaku dengan tidak menimbun barang. Pihaknya tak segan akan mencabut izin usaha yang melakukan praktik penimbunan atau menjual barang yang tidak memenuhi persyaratan untuk dijual atau ilegal.

Penulis: Ramadhani

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views