_

Topeng Labu, Iconik Muara Jambi

Bersandingnya tari Topeng Labu dalam budaya Candi Muara Jambi

HNCK8306-730x487
topeng labu. foto/ istimewa

JAMBI – Cerita yang turun temurun adanya warga yang terjangkit penyakit kusta, kemudian dikucilkan oleh warga masyarakat pada saat itu, dengan mengasingkannya ditengah hutan belantara. Mereka dilarang untuk berbaur dan berkomunikasi dengan penduduk. Mereka tersiksa dengan beban penyakitnya, mereka termarjinalkan, beban psikologis mereka tanggung.

Hingga akhirnya disaat tradisi hari lebaran tiba, mereka para penyandang kusta harus menyamarkan diri dengan memakai topeng dan derita fisik yang tergambar dari pakaian compang - camping yang dikenakan.

Topeng yang terbuat dari labu, dipakainya untuk masuk ke perkampungan penduduk yang dulu ia tinggali hanya untuk  bisa melihat dan berkomunikasi dengan sanak saudara yang ditinggalkan nya dalam pengasingan.

Dengan cara menghibur, menari dan berjoget diiringi bunyi bunyian seadanya yang dimiliki, mereka menghibur dari rumah kerumah masuk ke lorong lorong perkampungan.

Para penari topeng bahagia bisa melihat sanak saudaranya meski kerabatnya sudah tidak mengenalinya. Para pengamen topeng mendapat sambutan dari warga dan mereka mendapatkan kue dan jajanan lebaran, adapula yang memberikan uang. Para penari topeng akan turun ke kampung setelah penduduk selesai menjalankan ibadah sholat Ied.

Cerita entah benar atau hanya sekedar fiksi namun oleh warga masyarakat desa Muara Jambi dipercaya kebenarannya. Oleh warga akhirnya dijadikan tradisi tari topeng mengamen setelah sholat Ied selesai digelar.

Para penari topeng, yang kebanyakan diperankan muda mudi diiringi dengan beberapa jenis alat musik, dari Kendang, biola hingga kompangan atau rebana.

Mereka mendandani dirinya seperti dalam cerita dengan pakaian compang camping, berkarakter anak, pemuda, orang tua hingga wanita hamil. Dengan topeng labu yang melekat di wajahnya mengamen dari rumah kerumah hingga selesai.

Disampaikan beberapa pemeran, Ridho, Brata dan Ahok, dari hasil mengamen tersebut sebagai modal awal untuk mengadakan pentas seni dan budaya di Candi Muara Jambi.

Di ceritakan, mereka dibulan Ramadhan sudah membagi tugas untuk mencari buah labu ke petani petani yang masih menanam labu dan yang memiliki memiliki keahlian ukir akan membuat topeng labu.

Sedangkan yang lain, akan menyiapkan alat alat musik untuk pengiring dan pakaian yang nanti akan dipakai.

Ridho ketua Karang Taruna desa Muara Jambi menambahkan, buah labu disamping buahnya dipakai untuk membuat bahan minuman.

Labu juga dipakai sebagai tempat untuk mendinginkan air. Warga masyarakat disini dulu mengambil air bersih dari sungai Batanghari dan air yang akan dikonsumsi sebagai air minum dimasukan kedalam buah labu agar dingin.

“Disaat berbuka puasa, warga akan minum air yang disimpang dibuah labu, rasanya enak dan dingin”, imbuh Brata menimpali.

Brata menambahkan, gerakan tarian topeng pun masih sesuka pemerannya seperti ceritanya dulu ada yang dengan gerakan lembut namun ada juga yang dangdut dan jogetan yang lainnya.

Topeng labu sendiri akhirnya dikenal dan menjadi icon budaya kawasan Candi Muara Jambi. Topeng labu sudah beberapa kali dipentaskan bahwa beberapa kali juga menjuarai lomba foto dengan obyek topeng labu.

“Kami menginginkan ada upaya pemerintah membantu koreo musik, koreo gerak dan koreo kostum”, pintanya.

Dan, akhirnya tari topeng menjadi icon destinasi wisata candi Muara Jambi layak untuk dipentaskan reguler di candi sebagai kasanah budaya dan juga bisa dipentaskan saat ada kunjungan tamu, pungkasnya.

Hasil pantauan Kantor Berita Waktoe di kawasan Candi Muara Jambi, icon dan potensi ini belum ditangkap oleh pemerintah dan belum divisualkan dengan diwujudkan sebagai instalasi seni. Bahkan juga belum adanya budidaya jenis  labu yang dipakai sebagai bahan baku topeng.

Dari beberapa sumber, tinggal beberapa orang yang masih menanam labu, dan kadang harus mencari ke pasar untuk mendapatkan jenis labu yang akan dibuat topeng

Labu Air Bahan Baku Topeng

labu air

Banyak jenis kerabat labu labuan, khusus Jenis labu air, disamping untuk sayur, kalau dikeringkan bisa dipakai untuk tempat air minum, labu air kerabat Bligo.

Bentuk labu air ada yang bulat, lonjong dan panjang. Ini termasuk tanaman labu tertua. Namun jika dituakan bukan untuk tanaman pangan namun dimanfaatkan untuk alat rumah tangga.

Manfaatnya pun banyak, bisa menurunkan panas tubuh, mengatasi flu, sariawan, typus, asma bahkan bisa membersihkan paru paru dan manfaat lainnya.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views