_

Truck DiBegal, Sopir Diikat Dibatang Sawit

HNCK8306-730x487
Kapolres AKBP Mardiono dalam konferensi pers

JAMBI – Truck saat melintas di KM 51 di Jalan Lintas Timur Sumatera, tepatnya di Bukit Baling, kecamatan  Sekernan kabupaten Muaro Jambi dihentikan orang tidak dikenal, kemudian dengan menodongkan Senjata Api jenis revolver meminta sopir diam. Setelahnya sopir tersebut dilakban mulutnya dan diikat kemudian dibawa ke daerah Merlung yang kemudian sopir tersebut diikat di pohon sawit dan mobil Truck dibawa kabur para penodong tersebut ke arah Solok.
Itulah modus yang dilakukan pembegal/pencurian dengan kekerasan dari hasil penyidikan terhadap tersangka yang berhasil ditangkap opsnal Reskrim Polres Muaro Jambi.
Seperti halnya yang disampaikan Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono dalam konferensi pers yang diadakan di Mapolres. Didampingi Kabag Ops Kompol Sopirin dan Kasat Reskrim AKP Afrito, mengatakan, atas laporan Kasino bin Tarto (36), dari Mayar Baru kabupaten Lampung Timur, yang menjadi korban.
Lanjut Kapolres, pagi harinya korban  ditemukan oleh warga sekitar yang melihat  ada orang yang terikat di pohon sawit, akhirnya warga menolongnya.
Kata Mardiono,  Tersangka yang Dua masih berada di Solok karena masih ada LP di sana, yang diamankan disini juga Dua orang atasnama JE (32) RT 07 Kemanggisan Palmerah Jakarta dan  RS (33) Pegadungan Kalideres, Jakarta Barat, sedang yang berada di Mapolres Solok atasnama  Hendritos dari Solok dan Warsono dari Lampung Utara.
Dari pengakuan tersangka, saat tiba di Darmasraya mobil truck ditinggalkan pelaku. Namun setelah pemeriksaan dan keterangan  saksi diketahui tersangka menuju Solok dan kita minta tim opsnal Solok dan mereka menangkap ke empat tersangka. 
“Dalam pemeriksaan diketahui dalam tas terdapat STNK Truck”, jelasnya.
Dalam kesempatan realeas tersebut, kapolres juga menyebutkan beberapa Barang bukti yang diamankan meliputi mobil, pistol revolver beserta 5 amunisi, STNK mobil Truck, serta lakban dan tali.
Kapolres menambahkan kedua tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 2 huruf 1e dan 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun.
Saat ditanyakan Senpi yang dipakai tersangka dalam kejahatan, Kapolres menjelaskan, Senpi jenis Revolver adalah Senpi rakitan, dengan peluru kaliber 9mm,  kita masih melakukan pengembangan.
Senpi ditemukan saat korban ditangkap di rumah kost nya di Solok bersama barang bukti yang lainnya.
Begitu juga kita masih melakukan pengembangan jaringan penadah nya di Lintas Timur, karena truck ditinggalkan di Darmasraya, pungkas Kapolres.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views