_

Truck Modifikasi Pengangkut Migas Ilegal Ditangkap, ini Ceritanya

HNCK8306-730x487
Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi AKP Andi Musahar menunjukan Mobil modifikasi pengangkut BMM Ilegal

JAMBI – Peredaran Migas  Ilegal di Bumi Sailun Salimbai kembali tertangkap oleh jajaran Polres Muaro Jambi, kali ini pengangkut BBM jenis Solar ini memakai Truck yang telah di modifikasi. Sengeti, 04/04/2018.

Disaat  Anggota Tipider dan Opsnal melakukan Penyelidikan dan patroli rutin (Selasa, 3 April 2018), dikecamatan Mestong  sekitar pukul 01.40 WIB ditemukan Truck  yang membawa BBM jenis Solar tanpa dokumen  izin pengangkutan.

Dijelaskan oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Dedi Kusuma Siregar dalam konfrensi pers di Mapolres, Bak Truck ini telah dimodifikasi dengan 1 bak besi kapasitas 6000 liter, ditambah 12 galon ukuran 40 liter yang diduga berisi minyak solar yang melintas dijalan Jambi-Palembang Pall 22 kecamatan Mestong kabupaten Muaro Jambi. Setelah diberhentikan dan dilakukan pengecekan tidak dilengkapi dengan surat ijin pengangkutan, maka barang bukti dan tersangka kita amankan.

“Minyak Solar tersebut hasil olahan tradisional dari tempat penyulingan minyak yang berasal dari desa Keluang Musibanyuasin –Sumatera Selatan”.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, Minyak tersebut rencananya akan di bawa  ke Gudang yang berada didekat perumahan Citra Raya City namun lokasinya masih dalam penyelidikan.

Kata Dedi, Dokumen yang harus menyertai saat pengangkutan BBM/ Minyak meliputi, Loading Order (LO), Delivery Order (DO) dan Surat jalan, ketiga surat tersebut dikeluarkan dari  Badan Usaha Pemegang IzinUsaha Niaga Umum (BU-PIUNU/ PT Pertamina).

Dalam peristiwa tersebut dinyatakan sebagai tersangka, SH (40) yang berasal dari dusun II desa Tanjung Agung Barat kecamatan Lais kabupaten Muba-Sumsel,  berperan mengecek kualitas minyak dan memastikan  jika minyak terisi penuhkedalam tangki  yang dijerat dengan pasal 55 ayat 1 KUHP Jo pasal 53 huruf b UU RI  No. 22/ 2001 tentang Migas, BB (23), berasal dari desa yang sama  sebagai Sopir  dijerat pasal 23 Jo pasal 53 huruf b UU RI  No. 22/ 2001 tentang Migas dan CD juga dari desa yang sama  sebagai teknisi yang berperan melakukan pengecekan  dan memastikan minyak terisi penuh kedalam tengki dan  melakukan perbaikan mobil jika ada kerusakan dijalan, dijerat pasal 23 Jo pasal 53 huruf b UU RI  No. 22/ 2001 tentang Migas jo pasal 55  ayat (1) ke 1 KUHP.

“Didalam pasal 23 Jo pasal 53 huruf b UU no 22 /2001 tentang Minyak dan Gas Bumi  disebutkan setiap orang yang melakukan pengangkutan minyak tanpa izin  pengangkutan, maka mendapat ancaman hukuman 4 tahun penjara  denda 40 Milyar rupiah”. Jelas Kapolres AKBP Dedi K Siregar.

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views