_

Ubur-Ubur Jadi Primadona Nelayan Nipah Panjang

Ubur-ubur merupakan sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas scyphozoa, dulunya ubur-ubur menjadi musuh karena dianggap berdampak buruk bagi nelayan di pesisir pantai Timur.

HNCK8306-730x487
ubur -ubur yang telah diproses

TANJABTIM - Selain ikan dan udang, nelayan di kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak dua bulan terakhir gencar memburu ubur-ubur. Binatang laut yang awalnya dianggap menjadi musuh oleh nelayan itu, kini menjadi pundi-pundi rupiah semenjak beroperasinya perusahaan pengekspor ubur-ubur di Nipah Panjang, kabupaten Tanjab Timur.

Ubur ubur yang dianggap musuh nelayan , namun berbeda dengan saat ini, hewan laut yang memiliki tubuh berbentuk payung berumbai itu  menjadi komuditas laut yang paling duburu oleh nelayan setempat.

Semenjak adanya anak perusahaan pengepul ubur-ubur asal Kalimantan di kecamatan Nipah Panjang dua bulan lalu, keberadaan ubur-ubur  menjadi menjadi berkah bagi nelayan.

Jika sebelumnya nelayan hanya mencari kepiting, udang dan ikan,  kini  banyak beralih menangkapi ubur-ubur untuk di jual di perusahaantersebut.

Hewan lunak tak bertulang yang terkesan menakutkan dan berbahaya ini diolah dan di ekspor  ke luar negeri  seperti Malaysia.

Eswadi, staf penanggung jawab pangkalan pendaratan ikan (PPI) dinas Kelautan dan Perikanan Tanjab Timur mengungkapkan, Cabang perusahaan pengepul ubur-ubur di Tanjab Timur ini dibawah bendera PT. Samudra Indah Jaya yang berasal dari Singkawang Kalimantan Barat.

Perusahaan ini mengembangkan ekspansinya bekerjasama dengan DKP Tanjab Timur, dan menumpang tempat di PPI yang berkedudukan di kelurahan Nipah Panjang Satu, kecamatan Nipah Panjang.

Menurut nya, setiap ubur-ubur dibeli dengan harga berbeda perekornya. Mulai dari 3.000,- rupiah  hingga 5.000,- rupiah.  tergantung klasifikasi nya,  ada yang kelas A, kelasB,  dan kelas C. Setiap harinya perusahaan yang memiliki Limabelas (15) karyawan ini mampu mengolah Seribu (1000) ekor ubur-ubur dari nelayan.

Lanjutnya, ubur-ubur ini di packaging dan di kirim ke eksportir untuk di ekspor ke pulau Burung, Malaysia, dalam keadaan diolah secara sederhana melalui penggaraman guna meningkatkan keawetan.

“Ubur-ubur yang  diekspor ini setelah diolah bisa dijadikan bahan campuran  makanan, tak hanya lezat di lidah,  ubur-ubur juga sangat bermanfaat untuk menambah vitalitas pria”, ungkapnya

Baca Juga : http://waktoe.com/post/harga-jaring-naik-pendapatan-nelayan-menurun

Baca Juga : http://waktoe.com/post/rumah-bagi-nelayan-miskin-segera-dibagikan-di-nipah-panjang

Penulis Ihsan Abdulah Nusantara

Editor Ihsan Abdulah Nusantara
views