_

Usman Ermulan Sebut Teori BI Cara Lama

HNCK8306-730x487
Usman Ermulan dalam seminar bersama BI

JAMBI -  Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat Usman Ermulan menyebutkan, teori ekonomi Bank Indonesia masih menggunakan cara lama yakni meningkatkan suku bunga acuan, yang saat ini tengah terpuruknya oleh nilai dolar AS.  Kenaikan ini akan merugikan pelaku usaha. Apalagi kenaikan suku bunga ini terjadi beberapa kali dalam kurun waktu satu bulan belakangan.

"Kalau BI terus naikan suku bunga. Terus bagaimana dengan perekonomian kita?," ujar Usman Ermulan.

Pria yang biasa di sapa Bang Usman itu menjelaskan jika BI menaikan suku bunga apalagi sebanyak dua kali bahkan lebih dari itu, maka bukan tidak mungkin banyak sekali pelaku usaha yang bertumbangan. Hal tersebut dikarenakan tingginya angka kredit macet (non performing loan/NPL) yang terjadi akibat kenaikan suku bunga BI.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Jambi Ini mengakui, sejak Ia menduduki jabatan sebagai anggota komisi keuangan di DPR RI 20 tahun silam, teori BI itu sepertinya 'Jurus Jitu'. Akibatnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan menggangu sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan lainnya.

"Harga komoditi yang diharapkan seperti karet, kelapa sawit, pinang dan lainnya terus menurun," kata Usman.

Hal tersebut ditegaskan Usman dalam seminar sesi tanya jawab seminar satu hari Bank Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jambi, bertemakan Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi, di salah satu hotel berbintang di Kota Jambi, Selasa (07/08/2018). Dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Kepala OJK, Pihak Perbankan, Pengurus ISEI, Pemerintah Provinsi Kabupaten Kota, swasta dan pihak lainnya. 

Kenaikan suku bunga acuan dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan kredit. Hal itu dapat berdampak pada laju perekonomian yang kurang optimal. Karenanya, Usman menyarankan pemangku kebijakan daerah ekstra bekerja keras menggenjot program jangka panjang komoditas unggulan. Program komoditas unggulan jangka panjang dianggap mampu memberikan manfaat bagi daerah itu sendiri, serta berdampak baik bagi perekonomian. Seperti halnya di daerah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur yang dominannya meningkatkan sektor perikanan. Maupun unggulan pertanian dan lainnya yang ada di daerah daerah lainnya. Dalam hal ini pemerintah terkait dan DPRD teris bersinergi bersama masyarakat mendorong menciptakan penghasilan dari lahan yang dikelolah. 

"Perencanaan program ini harus di matangkan tahun ini, agar dapat dijalankan di tahun depan. Jangan sampai rakyat terus menjerit," katanya 

Dalam seminar Usman juga menyinggung agar aliran sungai sungai Batanghari hari yang kurang dimanfaatkan oleh angkutan. Pesatnya pertumbuhan dan pengembangan industri batubara pada sejumlah kabupaten di provinsi Jambi turut memicu kerusakan jalan karena sebagian besar diangkut menggunakan truk dengan volume barang melebihi daya beban jalan. Bahkan memicu korban jiwa.

Pertambangan batubara pada prinsipnya mempunyai tujuan yang baik untuk mendukung dan menumbuh kembangkan kemampuan sumber energi nasional agar lebih mampu bersaing ditingkat nasional, regional dan internasional, yang pada aktifitasnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara. Serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar besar kesejahteraan rakyat, dengan tetap mengedepankan wawasan lingkungan hidup.

Ada banyak dampak negatif ditimbulkan angkutan batubara yang melintas di jalan umum yakni arus transportasi jalan menjadi sangat padat yang dalam setiap saat bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tentunya sangat mengganggu arus jalan umum dan menyebabkan bertambahnya waktu tempuh perjalanan. Bagi masyarakat umum yang biasa menggunakan jalur lintas dalam aktivitasnya, tentulah tidak asing bagi mereka melihat iring-iringan truk batubara yang kadangkala membuat kemacetan panjang dijalur tersebut hingga berjam-jam lamanya. Bahkan bisa lebih lama lagi jika terjadi kemacetan atau kecelakaan.

Rusaknya infrastruktur jalan umum yang disebabkan karena seringnya truk angkutan batubara yang membawa beban melebihi kapasitas daya dukung jalan, yang dilakukan terus menerus. Beberapa ruas jalan harus segera mendapat perbaikan untuk kelancaran dan keselamatan. Begitu juga beberapa jembatan yang dilalui truk pengangkut batubara. 

Biaya yang akan dikeluarkan pemerintah yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut tentunya bukan jumlah yang sedikit, dan bahkan bisa melebihi pendapatan resmi yang diterima oleh Negara dari sector pertambangan batubara di Provinsi Jambi.

Menyebabkan ekonomi biaya tinggi karena Kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan secara langsung menyebabkan pengiriman dan arus lalu lintas barang menjadi terhambat yang berdampak pada timbulnya ekses biaya tambahan dalam aktifitas perekonomian masyarakat.

Dampak sosial berupa kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan korban masyarakat luka-luka atau bahkan meninggal dunia. Terlepas dari faktor penyebab siapa yang salah dan menyebabkan terjadinya kecelakaan atau juga argumen bahwa kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada kendaraan apapun, namun berdasarkan data dan statistika, banyaknya operasional truk angkutan batubara di jalan umum meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas pada masyarakat yang dilalui truk angkutan batubara. Terkadang menyebabkan anarkisme dari masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri, truk angkutan batubara menyebabkan konsumsi solar BBM subsidi melonjak tinggi, yang pada gilirannya mengambil jatah BBM subsdi bagi masyarakat umum, hingga menyebabkan antrian panjang dan kehabisan BBM subsidi. Harusnya, karena angkutan batubara merupakan bagian dari operasi produksi industri batubara, dan harga jual batubara mengikuti harga industri, dan tentunya yang namanya industri sudah seharusnya menggunakan BBM industri (non subsidi). Bisa dihitung jumlah kerugian negara akibat penggunaan BBM subsidi oleh truk angkutan batubara jika terdapat sekurang-kurangnya 5000 truk angkutan batubara yang rata-rata mengkonsumsi solar subsidi 100 liter per hari berarti kerugian yang ditanggung oleh negara rata-rata Milyaran setiap harinya. Belum lagi dampak antrian mengisi BBM di SPBU yang panjang antriannya bisa mencapai 1 KM. 

"Dengan meningkatnya ekspor batu bara melalui angkutan sungai akan meningkatkan pendapatan negara," katanya.

Menurut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Bayu Martanto, tingginya angka kredit macet (non performing loan/NPL) yang terjadi akibat kenaikan suku bunga BI. Suku bunga ini akibat dari tekanan dolar AS terus berpengaruh terhadap rupiah. Amerika sebagai negara maju terus menekan suku bunga acuan Indonesia yang sebagai negara sedang berkembang.

"Dan ini bukan hanya Indonesia. Tapi juga di negara negara luar lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, teori BI menaiki suku bunga berdampak positif datangnya investor dari luar negara. Pasalnya, kenaikan tukar yang merosot akan mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.

"Kalau tidak naikan suku bunga ancaman bagi investor luar akan sangat besar," ujarnya.

 

Penulis Ramadhani

Editor Ihsan Abdullah
views