_

Wabup BBS: Bursa Inovasi Desa Sebagai Wadah Tukar Pikiran

HNCK8306-730x487
wakil bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu suseno

JAMBI – Kabupaten Muaro Jambi menjadi tempat kedua setelah Tanjab Timur yang mengadakan Bursa Inova Desa Tahun 2018 di provinsi Jambi. Bertempat di gedung serbaguna komplek perkantoran Bursa Inova Desa digelar, Selasa 25/9/2018.

Acara dibuka langsung wakil bupati Bambang Bayu Suseno atau kerap dipanggil BBS, dalam sambutannya BBS mengatakan program inovasi desa merupakan program dari kemendes pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

Program ini mendorong efektifitas penggunaan dan investasi dana di Desa menuju produktifitas melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana  dan partisipatif dalam mewujudkan Muaro Jambi Tuntas 2022.

“Program yang dimulai sejak 2017, jadi ini yang kedua, agar bisa digunakan pertukaran inisiatif dan inovasi guna mendukung pembangunan desa”, ujar BBS.

Kata BBS, pertukaran inovasi sebagai inspirasi dalam pembangunan desa. Dan, desa bisa memilih bursa inovasi yang telah disediakan mulai dari bidang infrastruktur, peningkatan SDM, Kewirausahaan, dan Ekonomi Lokal.

Dan, ada penandatanganan komitmen pemilihan bursa Inova sesuai potensi yang ada di desa, jadi nanti dituangkan dalam rencana kerja pemerintah desa (RKPDesa) dan dianggarkan dalam APBDes 2019.

BBS juga berpesan agar setiap desa mengikuti tahapan tahapan kegiatan bursa Inova ini hingga akhir, agar mendapatkan manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut pun, salah satu anggota DPR RI dari komisi V hadir. A. Bakri, dalam sambutannya menjelaskan, salah satunya Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi didalam bidangnya dan berkomitmen tetap membantu.

“sengaja hari ini datang,  sebenarnya ada acara di DPR ketemu dengan kementrian PU, dan saya sempatkan ketemu dengan para kades, dan ini tanggungjawab saya”, ungkapnya

BUMDes, dana desa menjadi tanggungjawab saya, jika gagal maka DPR nya juga gagal, imbuh Bakri

Bakri mengungkapkan, Pada saat UU Desa, kami sepakat  2018 Dana Desa 1,5 Milyard, dengan alasan ekonomi maka ya, beginilah baru 50 persennya yang diberikan ke Desa.

Bakri juga berjanji akan mengusulkan honor pendamping desa ditingkatkan. “Usulan kita sudah 75 persen, semoga gol”, pungkas Bakri

Dinas PMD,Najmi Raden, kepada Kantor berita Waktoe mengatakan perserta bursa Inova adalah  peserta tim inovasi kab, kecamatan dan desa.

“bursa inovasi desa bisa mengurangi beban yang ditanggung APBD desa”, ujarnya.

Sesuai dengan tahapannya,  1 Oktober  desa menyusun APBDes dan bursa bisa masuk di APBDes, pungkasnya.

Luthpiah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk provinsi Jambi menyampaikan, pagu anggaran sebesar  820 juta sekitar 600 jt untuk kegiatan program bursa inovasi desa.

“APBDes isinya hanya itu itu saja, maka inovasi harus dimasukan dan  diukur keberhasilan”, ujarnya

Desa harus bisa menggali potensi dan membuat rencana dalam menjalankan, dan setiap tahun ada inovasi dan kemajuan dalam pembagunan.

Contoh, Muaro Jambi bagaimana mampu mengolah kelapa sawit, dan memiliki nilai manfaat dan nilai jual, jadi desa menjadi mandiri.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views