_

Waduh.. Pemprov Jambi Belum Pasti Mendistribusi Meja Kursi

HNCK8306-730x487

Ilustrasi/net

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi belum memastikan kapan akan mendistribusi meja dan kursi ke Sekolah- sekolah SMA/SMK di wilayah provinsi Jambi.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Pemerintah Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, pemerintah kesulitan mendistribusi meja dan kursi dikarenakan adanya pengalihan SMA/ SMK dari Kabupaten Kota, sehingga Pemprov harus melakukan investaris seluruh data pengalihan kebutuhan sekolah. 

"Kedepannya ini akan kita penuhi sesuai dari anggaran pemerintah. Nanti juga kita perjuangkan dari dana CSR," kata Johansyah, Rabu 19 September 2018, usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Johansyah juga mengatakan, pihaknya belum memastikan kapan akan mendistribusi kebutuhan untuk sekolah SMA SMK di wilayah provinsi Jambi.

"Secara bertahap akan kita penuhi.  Mana saja kebutuhan yang harus diutamakan," sebut Johansyah.

Diberitakan sebelumnya, SMA di wilayah Kota Jambi mengalami kekurangan meja dan kursi. Kekurangan mencapai 1728 orang siswa yang membutuhkan meja dan kursi. Sayangnya, pemerintah provinsi jambi belum mengindahkan kekurangan ini.

Informasi berhasil dirangkum media ini, terdapat 13 sekolah SMA Negeri di Kota Jambi mengajukan kekurangan meja dan kursi. Seperti di SMAN 1 3 ruang, SMAN 2 5 ruang, SMAN 3 5 ruang, SMAN 4 4 ruang, SMAN 5 3 ruang, SMAN 6 3 ruang, SMAN 7 2 ruang, SMAN 8 4 ruang, SMAN 9 3 ruang, SMAN 10 2 ruang, SMAN 11 3 ruang, SMAN 12 8 ruang, SMAN 13 2 ruang. Total keseluruhan mencapai 48 ruang membutuhkan meja dan kursi. Dalam satu ruang diisi sebanyak 36 orang siswa. Secara keseluruhan sebanyak 1728 orang siswa membutuhkan meja dan kursi.

Terpisah, sumber di salah satu sekolah SMA negeri di Kota Jambi enggan disebutkan namanya mengakui, pihak sekolah sudah memberitahukan kepada siswa dan orangtua siswa saat proses pendaftaran mengenai adanya kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi. Karenanya, proses belajar mengajar tetap berlangsung meski para siswa hanya dengan seadanya, bahkan satu meja diisi oleh dua orang siswa. 

"Kekurangan tersebut sudah terjadi beberapa tahun belakangan. Siswa belajar dengan kursi dan meja seadanya. Bahkan siswa minjam kursi plastik di labor komputer, itupun kalau ruang labor sedang jam kosong," ujar sumber.

Pihak sekolah sudah mengajukan bantuan pengadaan mobiler sekolah, seperti meja dan kursi yang layak ke dinas pendidikan provinsi. Dengan harapan masalah kekurangan meja dan kursi di sekolahnya segera terselesaikan untuk mendukung proses belajar mengajar. Sayangnya, hingga kini, bantuan tersebut belum juga diterima. 

"Sempat terjadi keributan karena rebutan kursi, karena siapa duluan datang dia yang dapat. Kalau tidak, satu kursi diisi oleh dua siswa," sumber menambahkan.

Penulis Ramadhani

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views