_

Zakaria; Dukcapil Muaro Jambi Tetap Layani Perekaman e-KTP

Pelayanan publik tetap dilakukan terutama perekaman e KTP hingga pukul 14.00 WIB meskipun Libur Nasional di hari Pilkada Serentak 27 Juni 2018

HNCK8306-730x487

JAMBI – Munculnya Kepres no 15 tahun 2018 tentang penerapan libur nasional saat Pilkada Serentak  yang diteken presiden Joko Widodo pada 25 Juni 2018, ditanggapi beragam oleh masyarakat. Sengeti, 26/6/2018

Libur nasional ini dalam rangka menghadapi Pilkada di 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada, 17 diantaranya adalah tingkat provinsi.

Jokowi berharap libur nasional ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu pertimbangan penerbitan Keppres untuk memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.

Di Provinsi Jambi sendiri terdapat tiga daerah/kabupaten  kota yang melaksanakan Pilkada serentak diantaranya, pemilihan walikota dan wakil walikota Jambi, pemilihan Bupati dan wakil Bupati di Kerinci, dan kabupaten Merangin.

Sekda kota Jambi, Budidaya mengatakan bahwa Rabu (27/6) seluruh ASN dan pegawai dilingkup pemerintah kota Jambi diliburkan, hal ini juga berlaku bagi BUMN di kota Jambi dan pegawai swasta.

“Kita akan cek ke kantor dan pusat bisnis, kalau kita temukan langsung kita beri teguran”, katanya.

Harapannya, dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2018, pungkasnya.

Yanto salah satu ASN di Pemkab Muaro Jambi mengatakan, saya ber KTP di Jambi, dengan adanya libur ini, ya lebih enak datang ke TPS tidak terburu buru, waktunya luang, kalau masuk kerja ya tergesa gesa.

Kepala Dukcapil kabupaten Muaro Jambi, Zakaria  menyampaikan terkait libur nasional ini pelayanan Dukcapil juga libur. 

“Kita libur juga, besok tidak ada pelayanan, karena sebagian besar pegawai kita adalah warga kota Jambi yang akan menggunakan hak pilihnya besok pagi”, jelasnya.

Ditambahkan Zakaria, namun disepakati khusus untuk pelayanan perekaman e KTP tetap bisa dilayani hingga pukul 14.00 WIB.

Penulis IHSAN ABDULAH NUSANTARA

Editor ABDULAH IHSAN
views