_

Zola Gubernur Ganteng Ogah Mundur, DPRD Jambi Enggan Surati Mendagri

HNCK8306-730x487

JAMBI - Tokoh Masyarakat Jambi Usman Ermulan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jambi menyurati Kementerian Dalam Negeri agar segera memberhentikan Zumi Zola Zulkifli sebagai gubernur Jambi, karena status hukum yang menjeratnya.

"Sebagai wakil rakyat DPRD berhak mendesak Kemendagri untuk menetapkan gubernur Jambi definitif," kata mantan Bupati Tanjung Jabung.

Terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi tampaknya enggan menyurati Kementerian Dalam Negeri terkait status hukum Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli untuk menetapkan jabatan gubernur definitif kepada Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Saat ini, Zola yang enggan mengundurkan diri dan tetap mempertahankan jabatannya itu, sebagai Gubernur Jambi meksipun statusnya gubernur non aktif.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston, Kementerian Dalam Negeri telah memiliki mekanisme dalam status hukum gubernur non aktif Zola setelah adanya keputusan hukum tetap.

"Saya kira ngak perlu, karena sudah ada mekanismenya apabila Pak Zola status hukumnya sudah inkrah dan langsung otomatis PLT gubernur dikukuhkan menjadi gubernur definitif," kata Cornelis Buston, Selasa 4 September 2018.

Sementara itu, Pengamat Sosial Bahren Nurdin menyebutkan, Zola masih menegak ego-nya kepentingan pribadi ketimbang nasib seluruh masyarakat Jambi. Padahal, langkah paling tepat menyelamatkan Jambi saat ini, Zola harus cepat-cepat mundur dari jabatannya sehingga Pelaksanaan Tugas Gubernur Jambi dapat didefinitifkan dan selanjutnya ada Wakil yang akan mendampingi. 

 

"Kalau-lah Zola harus menunggu putusan hukum tetap yang masih panjang ini, akan semakin membuat masyarakat teraniaya. Yang paling tepat dalam menyelamatkan Jambi ini adalah Zola segera menyatakan mundur," kata Bahren, belum lama ini.

Kata Bahren, jika Zola cepat mundur semakin membuat masyarakat simpati dan empati kepadanya. Seharusnya Zola cepat mundur sewaktu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK lalu sehingga tak menjadikan situasi Jambi semakin 'genting' dan banyak kebijakan tak dapat ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar karena Zola.

"Kalau Zola tidak mundur maka Zola tidak mendapat simpati dan empati dari masyarakat, berarti Zola menganiaya masyarakat dua kali," tegas Bahren.

Seperti diketahui, Zola kini menyandang 2 status di KPK berkaitan dengan gratifikasi serta suap ke anggota DPRD Jambi. Kasus berawal dari operasi tangkap tangan KPK pada 28 November 2017. Saat itu, KPK menangkap sejumlah orang hingga akhirnya menetapkan 4 orang tersangka yaitu anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriyono, Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah 3 Provinsi Jambi Saipudin. Selanjutnya Zola ikut terjerat karena mengetahui dan setuju terkait uang ketok palu tersebut. 

Zola juga menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 40 miliar. Zumi juga didakwa menerima 177.000 dollar Amerika Serikat dan 100.000 dollar Singapura. Selain itu, Zola juga didakwa menerima 1 unit Toyota Alphard.

Zola disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Zola terancam kurungan 20 tahun penjara.

Sebelum menjabat sebagai gubernur, pria berparas rupawan ini dikenal masyarakat setelah berkecimpung di dunia hiburan sebagai aktor.

Suami Sherrin Tharia pertama kali terjun ke dunia seni peran ketika duduk di bangku kuliah. Sinetron pertama yang dibintang pria kelahiran 31 Maret 1980 ini adalah "Culunnya Pacarku" di tahun 2004. Namun namanya baru melejit setelah membintangi sinetron berjudul "Hantu Jatuh Cinta" pada 2006.

Tak hanya sinetron, Zumi juga pernah menjadi bintang videoklip. Mantan Abang Jakarta tahun 2001 ini sempat vakum dari dunia sinetron saat melanjutkan sekolah ke London, Inggris.

Selesai masa studi, Zumi kembali ke Indonesia dan kembali eksis di dunia hiburan. Ia membintangi beberapa film layar lebar seperti Kawin Laris dan Merah Putih di tahun 2009.

Kiprahnya di bidang politik tak lepas dari peran sang ayah Zulkifli Nurdin, yang merupakan mantan Gubernur Jambi periode 1999-2004 dan 2005-2010.

Karier politik Zumi Zola bermula saat ia mencalonkan diri sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur pada 2011. Saat pemilihan kepala daerah, Zumi Zola berhasil menang dan terpilih sebagai Bupati periode 2011-2016 berpasangan dengan Ambo Tang sebagai wakil bupati yang didukung oleh PAN.

Pada Pilkada Serentak tahun 2015, Zumi Zola berpasangan dengan Fachrori Umar, terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jambi untuk periode 2016-2021. Pencalonannya didukung oleh PAN, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PBB, dan PPP. Pada tanggal 12 Februari 2016, Zola resmi dilantik oleh Presiden Jokowi bersama 6 pasang Gubernur terpilih lainnya di Kompleks Istana.

Karier Zola di bidang politik memang cemerlang. Namun sayang, ayah dua anak itu tersandung kasus dan kini masih menggantungkan nasib masyarakat Jambi.

Penulis : Ramadhani/net

 

Penulis Tim redaksi

Editor Ihsan Abdullah
views