Terkesan Lamban; Penataan Guru PNS Klaten Menunggu 2014

Ilustrasi evaluasi kinerja guru

KLATEN- “Mungkin mereka menambah rombel untuk jam guru sertifikasi”, Berkisar  1.592 guru SD di butuhkan di Klaten,  Angka yang Fantastis bagi sebuah Kabupaten di Jawa Tengah.  Angka itu dihitung berdasarkan perbandingan jumlah SD negeri di Klaten, dengan jumlah guru minimal yang harus ada yakni 9 guru untuk tiap SD.

Angka yang dihitung pada pertengahan 2012 di mungkinkan juga terjadi penambahan atas moratorium perekrutan PNS, karena Klaten kelebihan PNS. Terdapat 751 SD  yang tersebar di 401 desa. Normalnya setiap SD memiliki 9 guru terdiri dari 6 guru kelas, Guru penjaskes, agama dan Kepala sekolah.

“Ada Sejumlah SD memiliki siswa di atas 100 anak, tetapi hanya ada dua guru PNS, namun ada SD yang muridnya sedikit justru kelebihan guru. Menurut saya, ini perlu pemerataan. Apalagi banyak SD yang jumlah siswanya sangat sedikit, sehingga perlu diregrouping,” ujar Rijana.

Sementara itu di ketemukan kelebihan guru SMP dan Tingkat SMA/SMK, kenapa penyebaran dan pemerataan guru tidak dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, guru guru SMP/SMA  yang tidak bersertifikasi bisa dijadikan guru kelas, soal gaji kan sama, tidak ada perbedaan. Tetapi apa yang dilakukan Disdik dan kepala sekolah mereka dengan dalih tertentu memecah kelas yang sejak dulu berkisar 40 peserta didik dijadikan 20 peserta didik. Seharusnya guru guru itu bisa ditempatkan di SD.

Abdul Muslih Pegiat Anti Korupsi di Klaten  menambahkan bahwa kurangnya guru hanyalah sebagai alasan  saja untuk  nambah PNS, tetapi kalau dunai pendidikan ini ditata betul  tidak ada kata kurang. Jadi penataan bukan hanya di tenaga pendidik tetapi juga manajemen pendidikan.

Peran BKD dan Disdik cenderung lemah dan tidak peka terhadap kondisi ini, jika sampai terjadi penambahan PNS guru namun di sisi lain banyak guru sertifikasi kesulitan terhadap beban mengajar karena harus berbagi terhadap guru lainnya yang tidak bersertifikasi, maka berapa kerugian Negara yang timbul untuk penambahan gaji dan tunjangan PNS guru baru?

Pak Udin salah satu Kasek di Klaten membenarkan terkait beberapa SMP yang melakukan pemecahan rombel tetapi tidak di sekolah yang dia pimpin,” mungkin mereka menambah rombel untuk jam guru sertifikasi, memang diperbolehkan minimal 20 siswa/rombel  dengan catatan ruangan ada dan tidak menggunakan Lab atau perpus apalagi ruang guru” ujarnya via sms

Saat di konfirmasi via telphon Cahjyo Dwi Setyanta Kepala Badan Kepegawaian Daerah menyampaikan setelah kami melakukan rakor beberapa waktu yang lalu dengan disdik, prinsipnya BKD menunggu Disdik, sebetulnya sudah di instruksikan oleh Bupati agar segera di lakukan penataan  dan Sekda pun juga begitu.

Namun beda halnya saat Pantoro kepala Disdik Klaten dihubungi menjelaskan  untuk penataan guru SMP dan SMA untuk mengajar di SD tidak mudah mereka harus mendapatkan sertifikasi terlebih dahulu, karena mengajhar SD menyeluruh jadi mereka yang lulus SPGSD.  Makah  hal itu sulit, kami akan berkonsultasi dengan pusat dan menunggu Juknisnya. Mulai tahun 2013 ini akan dilakukan evaluasi dan 2014 sudah bisa di ketahui.

Saat di singgung secepatnya untuk melakukan pelatihan atau sertifikasi terhadap guru non sertifikasi yang mengajar di SMP/SMA untuk menyiasati Beban mengajar guru sertifikasi terpenuhi, ” itu harus menunggu juknis”, tetapi apakah sudah di konsultasikan jawabnya teman teman yang punya problem serupa saja juga masih menunggu. kilahnya.

Menyinggung Rombel yang dipecah menjadi 20 siswa masih akan dilakukan pengecekan.

 

 

Warta Waktoe Yang Lainclose