Ahli Waris KNW Minta Bantuan Bupati Masnah, Agar Lahannya Kembali


Ahli waris Kemas Ngebi Wiratana lakukan aksi demo di kantor bupati Muaro Jambi. 340 ahli waris KNW berharap lahannya seluas 5200 Ha yang diserobot dapat kembali lagi menjadi lahan masyarakat adat. waktoe | istimewa

Ahli waris Kemas Ngebi Wiratana lakukan aksi demo di kantor bupati Muaro Jambi. 340 ahli waris KNW berharap lahannya seluas 5200 Ha yang diserobot dapat kembali lagi menjadi lahan masyarakat adat. waktoe | istimewa

waktoe.com - MUARO JAMBI. Ratusan orang warga Tanjung Johor, Tanjung Pasir Kota Jambi dan warga Muaro Jambi  lakukan demonstrasi  di kantor Bupati Muaro Jambi pada Senin (13/9/21) pagi. Mereka meminta Bupati Muaro Jambi Masnah Busro untuk menyelesaikan kasus penyerobotan lahan milik ahli waris Kemas Ngebi Wiratana oleh pihak perusahaan di Desa Sekumbung Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi.

Aksi demonstrasi sebagian besar  ibu-ibu dan beberapa anak-anak menyerukan kepada Bupati Muaro Jambi untuk menetapkan lahan milik ahli waris sebagai lahan masyarakat hukum adat.

Para demonstran di depan kantor Bupati itu, meminta Bupati Muaro Jambi memberikan keadilan dan diminta penyelesaian atas lahan yang dikuasai oleh pihak perusahaan.

"Kami minta Bupati Muaro Jambi berikan keadilan kepada petani Muaro Jambi, kembalikan lahan yang dikuasai oleh perusahaan ke hukum adat, hidup petani, hidup rakyat," seruan koordinator dan diikuti massa.

Dalam aksi demonstrasi itu terlihat juga para ibu-ibu membawakan beberapa tuntutannya yang dituliskan di karton, di antaranya, "Kami mempertahankan tanah kami, hentikan rampas tanah kami, kami ahli waris minta keadilan, jangan matikan keadilan, di mana janji pemerintah."

Aksi demonstrasi itu juga berlangsung cukup lama, hingga akhirnya ditanggapi oleh pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Seperti yang diungkapkan oleh Istazi, satu diantara Koordinator Badan Bantuan Hukum Serikat Petani Indonesia mengatakan, aksinya telah ditanggapi oleh pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

"Dokumen yang telah kami masukkan sudah diterima oleh Pemkab, mereka juga berjanji akan proses untuk ditetapkan menjadi masyarakat hukum adat kita siap nunggu," kata Istazi.

Ia juga menceritakan, lahan milik ahli waris dari Kemas Ngebi Wiratana itu sebanyak 5.200 hektare telah dikuasai oleh perusahaan, sudah ditanami sawit dan akasia hingga saat ini tanah itu tidak bisa dikuasai oleh ahli waris.

Berdasarkan piagam dan penetapan pengadilan bahwa lahan itu milik ahli waris Kemas Ngebi Wiratana sebanyak 5.200 hektare berlokasi di Desa Sekumbung yang telah ditetapkan pada tanggal 28 Februari tahun 2012 lalu

"Hingga sekarang terhadap lahan itu belum bisa dikuasai oleh 340 orang anak cucu cicit ahli waris, kejadian itu juga sudah cukup lama sejak tahun 2000 silam," ungkapnya.

Saat ditanyakan sejauh mana proses hukum ahli waris ingin mendapatkan ribuan hektare lahan tersebut, dirinya meminta dilakukan penetapan sesuai hukum adat.

"Jika dilanjutkan ke proses hukum kami siap, dari 340 orang penetapan ahli waris sudah buat pernyataan bahwa mereka tidak pernah melakukan transaksi jual beli kepada pihak perusahaan," tutupnya.