Bantuan Saprodi Bawang Habis, Bawang Gagal Di Tanam


Persemaian bawang merah dari biji selama 45 hari sebelum di pindah ke lahan. Waktoe | dok

Persemaian bawang merah dari biji selama 45 hari sebelum di pindah ke lahan. Waktoe | dok

JAMBI - Kegagalan penanaman bawang merah program dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Tanjung Jabung Timur  dilatarbelakangi tanpa adanya kajian dan analisa sistim budidaya. Salah satunya terjadi di kecamatan Dendang.

Hal itu terbukti dengan gagalnya penanaman bawang di kecamatan Dendang tepatnya di Koto Kandis oleh kelompok tani Tani Maju.

Budiyanto kepada fixer Kantor Berita Waktoe mengatakan Kelompok Tani Maju sebetulnya tidak mengajukan permohonan untuk budidaya bawang tetapi karena ditunjuk  dan diberikan bantuan Saprodi, ya kita bersedia tanam.
"Kita sudah semai semua, tetapi gagal tanam", ungkap Budiyanto.

Sementara Dudi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian menjelaskan kegagalan tanam bawang di Koto Kandis disebabkan karena terkena penyakit, jadi semua gagal tidak pernah melakukan penanaman.

Kata Dudi, lokasi di Koto Kandis merupakan lahan langganan banjir ROB, Banjir hujan, jadi tidak mungkin ditanami bawang. Apalagi disaat hujan keras di malam hari, paginya harus cepat disemprot air karena daun tertimbun tanah percikan. Itu yang kita alami di sini.

Dudi juga menyampaikan, kelompok tani ini tidak pernah mengajukan untuk budidaya bawang karena lahan memang tidak cocok, tetapi karena ditunjuk dari dinas TPH ya, kita jalankan. "Untuk jumlah dan jenis Saprodi budidaya tanam bawang yang dibantu dari dinas TPH, kita sudah lupa", ungkapnya.

Saat disinggung Saprodi yang tidak terpakai untuk budidaya tanam bawang karena gagal tanam, Dudi mengatakan bahwa Saprodi sudah habis dipakai untuk yang lain.

BACA JUGA:
https://waktoe.com/content/jagung-1750-ha-tidak-diakui-oleh-bidang-tanaman-pangan-kemana-larinya

Budidaya Bawang Merah Dari Biji

Diketahui, Kementrian Pertanian menggalakan penggunaan teknologi penanaman benih dari biji atau yang dikenal dengan TSS (True Shallot Seeds).

Dengan model tanam biji, budidaya tanaman bawang merah melalui dua tahap, mulai dari penyemaian hingga pemindahan ke lokasi lahan tanam.

Dalam proses penyemaian tidak hanya menyebar bibit saja, tapi juga harus membuat alur dan memperhatikan komposisi tanah atau medianya. Tanah harus bagus, ada campuran kompos, arang sekam, pupuk dasar cocopeat, semuanya diolah sampai tanah gembur dan siap untuk disemai atau ditebar bibit bijinya

Setelah benih bawang merah biji ditabur di atas tanah, atau ditaruh satu-satu kemudian ditutup dengan tanah kompos halus lalu tutup menggunakan jerami atau karung bekas pupuk juga bisa.

Selanjutnya ditutup dengan naungan, bisa menggunakan plastik maupun paranet (jala plastik) selama 45 hari.

Dalam proses penutupan juga jangan terlalu rapat, harus tetap ada ruang untuk sirkulasi udara supaya tanaman tidak lemas (layu). Selain itu, memudahkan perawatan seperti penyemprotan, pemupukan, pencabutan rumput, dan lain sebagainya.

Setelah selesai 45 hari, barulah proses pindah tanam. Biasanya sehari sebelum proses penanaman, benih bawang merah biji atau seedling (bibit) dicabut terlebih dahulu. Nah seedling ini adalah tanaman yang akan dipindah, hasil dari semaian bawang merah biji

Hasil panen menggunakan bibit bawang merah biji standarnya bisa mencapai 20- 25 ton per satu hektar. Dengan harga pasaran dari petani Rp. 10.000/Kg

Sedangkan untuk hasil panen yang menggunakan bibit umbi didapat hasil sekitar 10 - 15 ton per satu hektar. Dengan  asumsi bibit  bawang merah, satu hektarnya dibutuhkan kurang lebih membutuhkan 18 ribu bibit per hektare.

Baca juga artikel tentang DINAS TPH LELET PETAKAN  LP2B,  INI AKIBATNYA atau berita menarik lainnya dari tulisan Ihsan Abdulah Nusantara yang diterbitkan kantor berita waktoe