Bawaslu Klaten Ajak Awak Media dan Admin Medsos, Awasi Pilkada


Partisipasi pengawasan pilkada, bawaslu klaten ajak awak media dan admin medsos. Waktoe | poll

Partisipasi pengawasan pilkada, bawaslu klaten ajak awak media dan admin medsos. Waktoe | poll

SOLO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten mengadakan sosialisasi pengasawan partisipatif bersama awak media massa dan admin penggiat media sosial (medsos) yang diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro.  Klaten, Selasa, 27 Oktober 2020.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber masing-masing  Ketua Bawaslu Klaten,  Arif Fatkhurrokhman, SIP dan Koordinator Divisi Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Klaten H Azib Triyanto, ST, MH. 

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrokhman, SIP mengatakan, pengawasan Pilkada berhasil jika tingkat partisipasi masyarakat untuk mengikuti semua tahapan Pilkada, tinggi. Namun, untuk Kabupaten Klaten tingkat partisipasi warga dalam pengawasan partisipatif masih harus terus dipacu sehingga warga berani untuk aktif berpartisipasi dalam tahapan Pilkada. 

Dikatakan, dalam pengawasan Pilkada 2020, Bawaslu Klaten selain menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan awak media dan admin medsos, juga mengadakan sosialisasi dengan kalangan milenial dan generasi muda. Kemudian juga mengadakan sosialisasi partisipatif kepada tokoh-tokoh perempuan seperti dari Fatayat NU, Muslimat NU, Aisiyah Muhammadiyah dan komponen masyarakat lainnya. 

Arif Fatkhurrokhman menyatakan, pengawasan partisipatif dimaksimalkan Bawaslu Klaten, karena menyadari Bawaslu Klaten mempunyai keterbatasan sumber daya manusia (SDM) karena Pengawas Desa pada Pemilu sebelumnya jumlahnya lebih satu orang, namun pada Pilkada 2020 Pengawas Desa setiap desa hanya satu orang.

Untuk itu Bawaslu Klaten terus berupaya mengembangkan pengawasan partisipatif yang mampu melibatkan masyarakat sebanyak-banyaknya untuk terlibat dalam pengawasan Pilkada 2020.  

Koordinator Divisi Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Klaten H Azib Triyanto, ST, MH  menyampaikan materi, Melawan Black Campaign di Medsos pada Pilkada 2020. Larangan kampanye di medsos antara lain mempersoalkan Pancasila dan UUD 1945, menghina Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, menghina, menghasut, memfitnah atau mengadu domba, menggunakan ancaman kekerasan atau menganjurkan menggunakan kekerasan. 

H Azib Triyanto pada kesempatan tersebut juga memperkenalkan Gowaslu adalah aplikasi laporan pelanggaran Pilkada berbasis Android untuk memudahkan pemantau dan masyarakat pemilih dalam mengirimkan laporan dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam proses pelaksanaan Pilkada.

Dengan basis teknologi, pengawas memberikan fasilitas yang mempercepat pelapor dalam menyampaikan setiap laporan pelanggaran Pilkada yang terjadi kepada pengawas Pemilu untuk menindaklanjuti temuan dan dugaan pelanggaran. 

Dikatakan, Gowaslu menfasilitasi adanya data, temuan dan informasi mengenai pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, atau organisasi pemantau. Unduh atau Download aplikasi Gowaslu dengan dengan membuka menu PlayStore dalam perangkat berbasis Andorid.  

Ditambahkan, tujuan Gowaslu  pertama adanya sistem online untuk memudahkan pengawas Pemilu menerima dan menindaklanjuti informasi awal dari pemantau dan masyarakat. Kedua terwujudnya kolaborasi antara pengawas Pemilu dan masyarakat pemilih dalam meningkatkan keberanian dan pelaporan pelanggaran Pilkada. Ketiga terlaksananya keterbukaan informasi publik terkait hasil pengawasan secara cepat dan berkelanjutan.