KBM Terbatas Mulai Diterapkan, Apa Resikonya?


KBM terbatas akan diterapkan dinas pendidilan kabupaten Klaten, srenning guru menjadi prasyarat yang harus dipenuhi. Waktoe | poll

KBM terbatas akan diterapkan dinas pendidilan kabupaten Klaten, srenning guru menjadi prasyarat yang harus dipenuhi. Waktoe | poll

KLATEN- Untuk memastikan pelaksanaan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di Kabupaten Klaten berjalan lancar dan aman dari Covid-19, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko menekankan tahapan screening resiko penularan Covid-19 dilakukan dengan baik. 

Pihaknya mengungkapkan bahwa kesehatan publik tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan tahapan uji coba  pembelajaran tatap muka terbatas kali ini.

Rencananya, sebanyak lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Klaten bakal melangsungkan uji coba KBM tatap muka terbatas mulai  Jumat 9 Oktober 2020 mendatang. Sekolah itu meliputi SMP Negeri 2 Klaten di Klaten Tengah, SMP 1 Karangdowo, SMP Negeri Gantiwarno, SMP Negeri 1 Kemalang dan SMP Negeri 1  Kebonarum. 

Guna mengawali uji coba KBM tatap muka tersebut, Sujarwanto meminta  agar dilakukan screening pada segenap komponen yang terlibat di sekolah, untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19. 

“Dalam rangka mengawali proses KBM itu kami meminta untuk dilakukan screening, terhadap resiko Covid-19, terhadap siapa saja yaitu siswa, guru, dan tenaga-tenaga yang terlibat dalam sekolah seperti bagian tata usaha lalu kemudian juga penjaga sekolah dan bahkan warung sekolah, kantin” Ujar Sujarwanto saat diwawancarai, Rabu siang (7/10).

Dikatakannya, nantinya screening juga dilakukan dengan menggunakan form self assesment yang menggambarkan bahwa dirinya tidak ada gejala dan komorbid yang berisiko terhadap penularan Covid-19. Selanjutnya, kebiasaan dan perilaku hidup sehat turut disampaikan dalam form tersebut.

Termasuk, tidak memiliki kontak erat dengan dengan penyandang Covid-19 dalam waktu minimal sepuluh sampai empat belas hari sebelum masuk ke sekolah.

Pjs Bupati juga meminta agar dalam self assesment tersebut diisi secara jujur.

“Dengan self assesment, saya minta tidak saja ditandatangani oleh yang bersangkutan, karena siswa maka saya minta tandatangan orang tua artinya bahwa itu adalah benar adanya, dan disinilah saya minta kejujuran semuanya dengan demikian antisipasi bisa diterapkan dengan baik” Imbuhnya.

Sujarwanto juga meminta bagi yang memiliki komorbid, indikasi gejala penularan virus, maupun sedang dalam kondisi sakit baik itu flu, demam dan sebagainya untuk tidak mengikuti KBM terlebih dahulu. 

Hal tersebut tak hanya berlaku bagi siswa, namun juga bagi guru dan pihak-pihak yang terlibat di sekolah.

“Harapannya dengan cara ini inputnya baik, mudah-mudahan outputnya baik” Pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Klaten telah menyiapkan secara matang dan telah melalui proses yang panjang sejak Mei 2020 lalu, unsur-unsur di pendidikan dan pengambil kebijakan di pendidikan pun sudah mempersiapkan dengan baik. 
 
Bupati Klaten menegaskan bahwa uji coba terbatas KBM tatap muka di lima sekolah  tersebut telah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, meliputi unsur pendidikan, kesehatan maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klaten.

“Diambil kesimpulan oleh semua unsur Gugus Tugas PP Covid-19 Kabupaten Klaten, kita putuskan hari Jumat tanggal  9 Oktober 2020 untuk memulai uji coba terbatas di lima sekolah belajar tatap muka dengan kapasitas sepertiga kelas. ini akan kita coba dan setiap siswa akan masuk dua hari dalam satu minggu” Pungkasnya.

Selain itu, dalam uji coba ini Pemerintah Kabupaten Klaten turut memperhatikan daerah dengan kondisi Covid-19 yang terkendali, yang beberapa daerah diantaranya zona putih.

83 Persen Orangtua Murid Rindukan KBM

Setelah melalui  persiapan matang dan proses panjang akhirnya  Pemerintah Kabupaten Klaten bakal menguji-cobakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara terbatas  di Kabupaten Klaten mulai Jumat, 9 Oktober 2020. 

KBM tatap muka terbatas yang akan diterapkan di  SMP Negeri 2 Klaten di Klaten Tengah, SMP 1 Karangdowo, SMP Negeri Gantiwarno, SMP Negeri 1 Kemalang dan SMP Negeri 1 Kebonarum itu salah satunya didasarkan survei oleh Dinas Pendidikan yang menunjukan 83 % para orang tua Klaten menginginkan segera dibuka pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten Wardani Sugiyanto menjelaskan kebijakan ini dilakukan sangat hati-hati mengingat resiko penularan covid 19 yang terjadi di wilayah Klaten.  Namun trend penularan covid 19 di Klaten yang menurun atau masuk zona kuning dalam pekan terakhir dan didukung survei, pemerintah memutuskan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

“Dari survei internal oleh Diknas Klaten terhadap para orang tua di Klaten beberapa waktu lalu menunjuk 83.08% mengingin KBM tatap muka di buka kembali.  Sedangkan 8,43% menolah dan sisanya 8,49% menyatakan ragu-ragu.  Langkah ini bukan kebijakan tiba-tiba, tapi melalui proses dan persiapan yang panjang” jelas Wardani kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten (Rabu, 7/10/20).

Wardani memahami bisa muncul kekuatiran di sebagian kalangan. Namun langkah ini sifat uji coba dan dilakukan sangat terbatas di 5 titik sekolah SMP di Klaten.  Itu pun hanya dilakukan dalam waktu sekolah 4 jam saja dan tiap jam hanya 30 menit saja. Selain itu  nanti harus melalui protokol kesehatan yang sangat ketat dari semua pemangku pendidikan termasuk orang tua dan penngantar siswa.

“Aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, keluarga dan masyarakat adalah menjadi prioritas. Sedangkan aspek tumbuh kembang siswa dan psikososial dalam pemenuhan layanan pendidikan di masa pandemi dan dampak yang muncul membutuhkan langkah nyata pemerintah. Langkah ini didukung aparat setempat dan sumber daya kesehatan yang ada, terutama di 5 wilayah di mana SMP titik lokasi uji coba itu berada” ujarnya.

Yang terpenting terang Wardani bahwa kebijakan KBM tatap muka terbatas ini sudah direstui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Klaten. Selanjutnya nanti evaluasi pereodik akan terus dilakukan. 

Sesuai arahan Pejabat Sementara Bupati Klaten Sujarwanto Diatmoko kata Wardani agar setiap Kepala Sekolah menjadi Ketua Tim Pengendali Mutu KBM Tatap Muka Terbatas ini. 

“Uji coba KBM tatap muka terbatas saya harapkan bisa berkembang. Semua berharap kondisi kembali normal.  Tapi semua pihak harus berusaha agar wilayahnya kondisi covid 19 bisa terkendali dan anak-anak bisa kembali sekolah, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebagai usaha jaga-jaga” pungkasnya.