Keberadaan Spam Sinar Kalimantan Mangkrak, Siapa Yang Disalahkan?


Bangunan Spam desa Sinar Kalimantan kec. Mendahara yang nampak lusuh dan tidak terawat. Waktoe | istimewa

Bangunan Spam desa Sinar Kalimantan kec. Mendahara yang nampak lusuh dan tidak terawat. Waktoe | istimewa

JAMBI - Kebutuhan air bersih bagi masyarakat merupakan kebutuhan yang sangat dasar. Air yang merupakan sumber kehidupan terus diupayakan pemerintah dalam hal ini pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Meski demikian persoalan ketercukupan air bersih bagi warga ini, masih seringkali disalahgunakan sebagai sebuah proyek pembangunan bukan kebutuhan.

Seperti halnya pembangunan Pamsimas yang hampir seluruh desa di kabupaten Sepucuk Nipah Serumpun Nibung ini telah ada. Maka jika Pamsimas berjalan ditambah  SPAM yang dikelola Satker Perkim maka pemerintah sudah mampu mengkofer 21 - 25 persen kebutuhan air bersih penduduk.

Tidak hanya Pamsimas melalui Satker Perkim keberadaan unit Spam terus berupaya dalam mencukupkan kebutuhan air bersih. 

Alih alih berjalan, keberadaan Pamsimas ini sebagian besar seperti hanyalah monumental saja, seperti pembuktian bahwa pernah terbangun sarana air bersih. Begitu juga banyaknya titik Spam yang mangkrak dan rusak tak terurus dengan baik. 

Salah satunya, seperti yang terjadi di desa Sinar Kalimantan kecamatan Mendahara yang masyarakatnya hidup dipinggir Sungai/Laut. Kebutuhan dan akses air bersih sangat sulit.

Dilansir dari Mepikor. Com, Suhaimi, Kades Sinar Kalimantan menjelaskan keberadaan Spam di desanya tersebut hanya berfungsi lebih kurang 3 bulan.

"Sejak dibangun beberapa tahun yang lalu hanya berfungsi lebih kurang selama tiga bulan," ungkap kepala desa Sinar Kalimantan, Suhaimi, yang turut mendampingi,di lokasi bangunan SPAM Sabtu, ( 26/12/20 ) lalu.

Selama tiga bulan berfungsi, dimana masyarakat telah merasakan manfaat dari Spam ini, namun kenikmatan yang dimaksud harus kandas tanpa berkelanjutan dan juga tanpa alasan yang pasti, keluh Suhaimi yang baru menjabat Kades setahun berjalan ini, harapan tetap ada dan upaya telah kita lakukan dengan membicarakan bersama Leading Sektor terkait yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, bahkan melalui musrenbang sudah diusulkan agar Spam yang dimaksud dapat difungsikan kembali, kalau bangunan mangkrak seperti ini, kesannya kan mubazir dan sia-sia.

Ditambahkan Suhaimi, meskipun  air yang dihasilkan  tidak layak minum tetapi untuk kebutuhan konsumsi cuci mandi saja sangatlah berarti, mengingat 280 KK warga  berdiri Di atas air laut.

Diketahui, Spam sendiri terus berupaya mendapatkan sumber air baku bahkan dengan ditambahkan pembangunan Pamsimas memiliki standar minimal debit air sumur  1,5 lt per detik dan mampu  mencover 120 sambungan rumah. Pengelolaan Pamsimas dilaksanakan oleh Kelompok pengelola yang mendapatkan SK dari Pemdes setempat.