Pengelolaan Pengaduan Pemda Klaten Dianggap Responsif


Info grafik pengelolaan pengaduan pemda Klaten. Waktoe | istimewa

Info grafik pengelolaan pengaduan pemda Klaten. Waktoe | istimewa

KLATEN - Raport terkait layanan penanganan pengaduan Pemerintah Kabupaten  Klaten dinilai responsif.  Hal ini diukur dari kecepatan menjawab dan menindak-lanjuti aduan yang masuk baik melalui  kanal aduan Matur Ibu, Laporgub maupun  Sistim Pengelolaam  Pengaduan Pelayanan Publik Nasional atau Lapor SP4N yang dikelola langsung Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Pusat . 

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika  Jawa Tengah melalui Tim Government Resource Management System (GRMS) menunjukan Tim Penanganan Pengaduan Kabupaten Klaten telah menindak-lanjuti 446 aduan.  Sedangkan 5 aduan lainnya tidak bisa ditangani karena diluar kewenangan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua  GRMS Habibie Kurniawan, S.IP dalam pertemuan tim penghubung PIC (Person In Charge) se- wilayah Badan Kordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) II Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah di Lor In Hotel Solo Selasa(24/10) kemarin. Dalam acara yang digelar rutin setiap tahun tersebut, disampaikan untuk mengukur  capaian yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten/kota dalam pengelolaan pengaduan masyarakat melalui kanal Lapor Gub. 

”Terimakasih dan selamat bagi tim pengelola pengaduan Kabupaten Klaten. Saya sangat mengapresiasi teman-teman di Kabupaten Klaten yang telah membantu pak Gub dalam menindaklanjuti aduan dari masyarakat.

Terhitung sejak 1 Januari sampai 6 November 2020, respon Tim Pengelola Pengaduan Kabupaten Klaten paling tinggi di antara 13 Kabupaten/Kota untuk wilayah Bakorwil II Jawa Tengah. Sebanyak 446 aduan berhasil ditindak-lanjuti hanya 5 aduan yang terpaksa menunggak ” ungkap Habibie.

Ia menambahkan   data dan informasi terkait aduan masyarakat melalui kanal Lapor Gub ada tiga top isue selama tiga bulan terakhir. Isu itu adalah masalah kelangkaan pupuk, pemerataan bantuan sosial serta pembelajaran tatap muka.  Ketiga masalah tersebut menjadi isue yang paling popular dan banyak dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Klaten Amin Mustofa kepada Tim Pemberitaan ( Kamis, 26/11/20) menjelaskan kalau selama pandemi covid 19 ini aduan terkait bantuan sosial hampir mendominasi.  Narahubung dari dinas terkait sangat bagus.  Aduan yang dikirim dari admin sipervisi di Maturibu ditanggapi dengan cepat.

“Narahubung dari teman-teman dinas terkait sangat bagus dan tanggap atas aduan yang kami kirim. Terutama teman-teman admin pengaduan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Klaten didukung admin lainnya. 

Saya minta para admin pengaduan tetap solid dan semangat melayani masyarakat.  Bisa jadi lewat layanan pengaduan ini kita bisa berbuat baik dan menolong sesama.  Semoga pekerjaan ini menjadi ladang amal” harap Amin.