Pengunaan BOS Dimasa Pandemi, Kasek Jumasril: Ikuti Aturan Saja


Jumasril kepala sekolah SDN 07 Parit Culum, Muara Sabak Barat kabupaten Tanjab Timur. Waktoe | Ihsan Abdulah

Jumasril kepala sekolah SDN 07 Parit Culum, Muara Sabak Barat kabupaten Tanjab Timur. Waktoe | Ihsan Abdulah

JAMBI - Dimasa Pandemi Covid 19 SD Negeri 07 Parit Culum kecamatan Muara Sabak Barat kabupaten Tanjung Jabung Timur menggunakan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai aturan yang berlaku dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Jumasril kepada Kantor Berita Waktoe (01/4).

Jumasril menerangkan dengan jumlah Tenaga Pendidik (Guru) sebanyak 13 terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 10 Guru Kelas, 1 Guru Agama, 1 Guru Pendidikan Jasmani ditambah 3 Tenaga Kependidikan. Dari jumlah itu terdapat 1 Tenaga Guru Honorer   dan 3 Tenaga Kependidikan yang statusnya Honorer juga.
Dimasa Pandemi Covid ini, pembelajaran menggunakan metode tatap muka untuk kelas VI saja, sedangkan untuk kelas 1-V memakai metode Daring, tetapi bagi siswa yang tidak memiliki Android  kita lakukan dengan metode ambil tugas antar tugas.

Nah dalam mengambil tugas ini dijadwalkan pengambilan pada hari Senin dan mengembalikan tugas  pada hari Sabtu, tetapi Siswa sering mengembalikan tugas lebih awal dari hari Kamis.

Saat dipertanyakan bantuan data internet Jumasril mengatakan mengenai subsidi data Internet dari anggaran dana BOS hanya untuk Guru saja,  untuk siswa kami tekankan mandiri.

Strategi pembelajaran ini kami juga mengikuti petunjuk dari Dinas Pendidikan, jadi selama Pandemi  untuk kelas VI yang tatap muka pun hanya diajarkan materi-materi esensial yang masuk dalam ujian. Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid  disaat tatap muka kami lakukan aturan ketat, disaat siswa datang harus cuci tangan terlebih dahulu, memakai masker  dan meja sudah kita atur  berjarak. 

"Kita tidak ada jam istirahat bagi siswa, hal ini untuk menghindari anak berkerumun, jadi ya, Jam  masuk kelas sampai Jam berakhir", jelasnya.

Masih kata Jumasril,  anggaran dana BOS mulai tahun 2021 persiswa mendapatkan Rp.950.000 pertahun yang sebelumnya Rp. 900.000,-, dengan 232 siswa maka total kita mendapatkan Rp. 220.400.000,- dana tersebut kita gunakan sesuai dengan rencana kerja mulai dari kegiatan try out atau penambahan jam belajar untuk siswa kelas VI (Kelulusan), Isi, Proses, Guru dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, pembiayaan hingga evaluasi. 

"Kita sering melakukan penyemprotan Des Infektan dilingkungan sekolah, penyediaan masker untuk ganti siswa yang tatap muka jika kita anggap sudah tidak layak,  termasuk pembayaran honor baik Guru Honorer maupun Tenaga Kependidikan yang berstatus Honorer, untuk biaya ujian tengah semester dan kegiatan harian", jelasnya. 

Kualitas Akademik Siswa  Dimasa Covid 19


Kepala Sekolah Dasar Negeri 07 Parit Culum menyampaikan telah terjadi penurunan kualitas akademik peserta didik (Siswa) dimasa Pandemi Covid 19, hal  itu salah satunya disebabkan anak mulai malas belajar. "Anak anak mulai menurun daya belajarnya, ada kebosanan", ungkapnya.

Laporan dari Orang Tua  Siswa, pada saat anak anak dikasih Android untuk belajar Daring, anak cenderung dipakai untuk bermain game dan tidak fokus terhadap tugas yang dikirim, jadi  perhatian siswa terhadap pelajaran sangat sedikit sekali. Tetapi anak senang saat dikasih Android, kemudian strata pendidikan Orang Tua Siswa tidak sama dan ini menjadi kendala saat harus mengawal dan mendampingi anaknya belajar jarak jauh dan ini berpengaruh terhadap kualitas belajar siswa.

SDN 07 Parit Culum, kata Jumasril juga mendapatkan pendampingan dari Tanoto Foundantion sejak 2017 ini yang terus memberikan  pelatihan terhadap Guru, Kepala Sekolah  dan Komite,  Tanoto juga memberikan pelatihan metode pembelajaran  modern dan kekinian,  termasuk juga mengajak peran Komite sekolah serta peran serta masyarakat dalam memajukan sekolah.  

Baca juga berita tentang, https://waktoe.com/content/rlh-masalahkan-loading-ram-ewf-gustin-wahyudi-hasil-kajian-tidak-masalah atau artikel yang menarik lainya dari penulis Ihsan Abdulah Nusantara